Galau Mau Resign? Tunggu, Jawab Dulu 5 Pertanyaan Ini!

Pekerja milenial sering sekali diidentikkan sebagai pekerja yang mudah resign. Label ini berkembang karena kebiasaan mereka yang suka berpindah tempat kerja kurun waktu dua hingga lima tahun. Fenomena milenial galau mau resign tidak sepenuhnya bisa dikatakan salah, pasalnya pola pemikiran mereka sangat berbeda dengan para generasi pendahulunya.

Namun, tetap saja keputusan untuk resign bukan berarti boleh dengan mudah dilakukan. Pekerja milenial pasti pernah galau mau resign karena sering mempertanyakan benarkah keputusan tersebut. Yup, memilih keluar dari pekerjaan tentu butuh banyak pertimbangan dan bukan hanya sekadar karena bosan bekerja. Kalau kamu juga sedang galau mau resign, lebih baik coba jawab pertanyaan berikut ini sebelum memutuskannya.

Apa yang Membuat Galau Mau Resign? Benarkah Hanya Faktor Gaji?

Kebanyakan pekerja milenial memang sering tersandung faktor gaji saat memutuskan akan bekerja di suatu tempat. Kalau tempatmu bekerja sekarang belum mampu memberikan gaji yang diharapkan dan itu membuatmu ingin resign, sebaiknya kamu perlu mempertimbangkannya. Benarkah faktor gaji menjadi alasan terkuatmu?

Ada baiknya kamu tidak terburu-buru resign karena gaji kurang memuaskan. Cobalah berikan effort lebih saat bekerja dan tunjukkan kinerja yang maksimal. Setelah itu, kamu bisa lihat seberapa besar kenaikan gaji yang kamu terima. Kalau kamu merasa layak digaji lebih dan perusahaan belum mampu memberikannya, mungkin sudah saatnya kamu mencari tempat baru.

Baca Juga: Mengapa Harus One Month Notice Bila Ingin Resign?

Sudahkah Kamu Memiliki Pengalaman yang Cukup?

Daripada hanya galau mau resign, lebih baik berkaca ke diri sendiri. Sudahkah kamu memiliki pengalaman yang cukup di tempatmu sekarang? Yakinkah kamu bahwa sudah banyak ilmu yang bisa menjadi bekalmu untuk mencari pekerjaan lain?

Kamu harus tahu bahwa setidaknya dibutuhkan minimal satu hingga dua tahun pengalaman kerja untuk benar-benar bisa menyerap beberapa skill dan ilmu saat bekerja. Ingat, kamu harus memiliki kualitas mumpuni untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Jadi, pertimbangkan juga kemampuanmu sebelum resign ya. Jangan sampai pada akhirnya kamu terjebak dilema pekerjaan yang sama.

Apakah Sudah Mendapatkan Pekerjaan Baru Setelah Resign?

Ini juga faktor pekerja milennial galau mau resign. Kalau hanya terbawa emosi karena sakit hati pada tempat bekerja, sebaiknya kamu urungkan niat resign sebelum memperoleh pekerjaan baru. Tak mudah untuk mendapatkan pekerjaan baru bukan?

Lain halnya jika kamu ternyata berhasil mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik. Jangan lupa pastikan pekerjaan barumu benar-benar sesuai dengan harapanmu ya. Misalnya, kamu mendapat gaji lebih, fasilitas lebih bagus, atau jam kerja yang lebih fleksibel.

Galau Mau Resign Tanpa Rencana? Coba Pikirkan Kembali

Pertanyaan ini benar-benar harus kamu pikirkan. Mungkin kondisi tempatmu bekerja memang sudah sangat tidak kondusif sehingga membuatmu ingin segera resign. Namun, pertimbangkan juga beberapa risiko yang muncul jika kamu belum mendapatkan pekerjaan baru setelah resign.

Pastikan kamu memiliki dana darurat yang setidaknya bisa menghidupimu selama tiga bulan ke depan. Selagi mencari pekerjaan baru, jangan sampai kamu kesusahan untuk membiayai diri sendiri ya. Itulah pentingnya menyusun rencana sebelum resign. Kalau mentalmu belum siap menghadapi kehidupan baru pasca resign, bisa-bisa kamu makin depresi.

Benarkah Resign Solusi Satu-Satunya Keluar dari Masalahmu?

Pertanyaan terakhir ini tidak kalah penting untuk direnungkan. Ketika resign menjadi keputusan yang dibuat hanya berdasarkan emosi sesaat, rasanya itu bukanlah jalan untuk keluar dari masalahmu. Hal inilah yang terkadang membuat galau mau resign. Lelah bekerja di kantor, tetapi belum juga bisa mendapatkan pekerjaan lebih baik.

Cobalah untuk berkompromi dengan diri sendiri. Daripada berfokus pada luka atau sakit hatimu, lebih baik kamu mencoba untuk membuat suasana kerja terasa lebih menyenangkan. Ingat, keputusan yang dibuat hanya berdasarkan emosi dapat membuatmu lebih sedih di kemudian hari.

Nah, masihkah kamu galau mau resign? Ambil waktu sejenak untuk merenungkan pertanyaan-pertanyaan di atas ya. Semoga kamu bisa memutuskan dengan pikiran lebih jernih dan tenang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here