Yuk, Kenali Dulu Gaya Belanja Anda agar Tak Boros Lagi

gaya belanja boros
Sumber : Info Promo Diskon

Belanja merupakan aktivitas sehari-hari yang kerap dilakukan banyak orang. Disadari atau tidak, semua orang memiliki gaya belanja masing-masing. Pengelolaan finansial juga bergantung pada perbedaan gaya belanja tersebut. Kalau Anda terbiasa boros, kemungkinan besar kestabilan finansial Anda rentan terganggu.

Jadi, alangkah lebih baik jika Anda sudah mengenali gaya belanja diri sendiri.

Supaya Anda dapat menentukan perencanaan yang tepat sebelum mulai berbelanja.

Perencana yang Baik

Sumber: nongkiasik

Tak banyak orang yang mampu menjadi perencana cermat ketika berbelanja. Kalau Anda sudah membiasakan diri untuk hal ini, pasti Anda semakin hemat. Gaya belanja yang terencana membuat orang senantiasa membeli hal-hal yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Risiko kalap belanja dapat diminimalkan dengan baik sehingga masih ada tabungan dan dana darurat untuk kebutuhan lainnya.

Baca Juga: Benarkah Refleksi Diri Bisa Mengerem Keinginan untuk Belanja?

Anti Mainstream

Sumber : Perth Now

Orang-orang dengan gaya belanja anti mainstream tidak suka memakai barang-barang yang sama dengan orang lain. Sehingga Anda yang memiliki gaya ini lebih suka berburu barang-barang unik yang terkesan tidak pasaran. Kalau Anda cermat saat berbelanja, Anda berkesempatan memperoleh barang-barang unik dengan harga miring. Misalnya, ketika Anda berburu barang-barang di garage sale atau tukang loak. Sebaliknya, Anda akan semakin boros jika kerap membeli barang-barang anti mainstream yang bermerek.

Gemar Belanja Mendadak (Impulsif)

Sumber : Tor Hotel Group

Gaya belanja ini memang identik dengan istilah kalap. Orang-orang yang mengalaminya tak akan segan membeli barang mahal secara mendadak meskipun harus menguras isi tabungan. Lebih parahnya lagi, mungkin barang-barang tersebut tidak dibutuhkan hingga menjadi mubazir setelah dibeli. Kalau Anda kerap mengalaminya, mulai sekarang Anda harus berusaha mengendalikan diri semaksimal mungkin. Jangan sampai kebiasaan belanja impulsif mengganggu kestabilan finansial Anda.

Gemar Berbagi

Sumber : Live Science

Orang-orang yang gemar berbagi (selfless) lebih sering menghabiskan uangnya untuk orang lain. Traktir makan, membeli kado, atau meminjamkan uang ke teman sudah menjadi kebiasaan hidup. Sehingga uang yang dimiliki kerap dibelanjakan demi kepentingan orang lain. Orang-orang dengan gaya belanja ini harus lebih memperhatikan diri sendiri dan lebih giat menabung. Berbagi dengan orang terdekat tentu boleh-boleh saja. Namun, jangan sampai hal tersebut malah menimbulkan kesulitan finansial di waktu yang tak terduga.

Malas Keluar Rumah

Sumber : Irish Examiner

Malas keluar rumah kini tak menjadi halangan untuk berbelanja. Karena Anda bisa memanfaatkan toko online terpercaya untuk urusan tersebut. Namun, jangan sampai Anda terbiasa belanja berlebihan ketika melihat diskon di toko online. Pastikan bahwa Anda mengutamakan kebutuhan terlebih dahulu. Jangan tergoda membeli barang-barang tertentu yang sebenarnya tidak Anda butuhkan.

Di antara kelima gaya belanja tersebut, manakah yang paling sesuai dengan Anda?

Apa pun gaya belanjanya, jangan sampai membuat Anda terlalu boros atau terlalu pelit, ya. Nikmati hidup dan penuhilah kebutuhan Anda tanpa mengabaikan kondisi finansial pribadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here