Gaya Hidup Sehat dengan Olahraga Bareng On-Demand Coach, Mau?

Aplikasi mobile yang menawarkan layanan wellness berupa aktivitas olahraga dan asupan makanan bergizi. (FOTO: dok. The Fit Company)

Mau menurunkan berat badan, tapi bingung diet seperti apa paling tepat. Mau rutin berolahraga, tapi waktu sudah terkuras dengan rutinitas kerja. Padahal, gaya hidup sehat sudah sepatutnya dijalani karyawan yang rentan terserang penyakit karena stres kerja.

Beban kerja yang berlebih menjadi salah satu penyebab berkembangnya penyakit, terutama bila tidak diimbangi dengan keseimbangan hidup atau work-life balance. Nah, untuk menerapkan work-life balance, peran perusahaan sangat dibutuhkan mendorong karyawannya menjalani gaya hidup sehat.

Misalnya, melalui corporate wellness program. Apa itu corporate wellness program? Ini adalah sebuah program perusahaan yang mengaplikasikan gaya hidup sehat bagi para karyawannya. Corporate wellness program bisa berupa penyediaan fasilitas olahraga ataupun asupan makanan bernutrisi.

Pentingnya benefit corporate wellness program sudah disadari banyak perusahaan di Indonesia, khususnya di Jakarta. Peluang ini pun dimaksimalkan oleh The Fit Company, sebuah perusahaan rintisan atau startup yang bergerak dalam industri gaya hidup sehat.

The Fit Company menawarkan program berupa aktivitas olahraga dan menu makanan bernutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap perusahaan. Program-program yang ditawarkan ini akan diakses melalui aplikasi mobile FITCO yang baru diluncurkan pada pertengahan Agustus silam.

Baca Juga: Olahraga dan Produktivitas Kerja, Apa Sih Hubungannya?

FITCO Menyediakan Menu Makanan Sesuai Kebutuhan Asupan Nutrisi Setiap Individu

Prianka Bukit (Managing Director dan Co-founder The FIT Company) dan Jeff Budiman (CEO dan Co-founder The FIT Company). (FOTO: dok. The FIT Company)

Untuk pemrograman menu makanan bernutrisi bagi karyawan, pengguna FITCO bisa mengaksesnya melalui fitur layanan Eats. Ahli nutrisi FITCO akan menyiapkan asupan makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individual pengguna, mulai dari tingkat kalori hingga masalah alergi.

Catering health kami menyesuaikan kebutuhan pengguna. Misalnya, ada pengguna yang sedang diet maka karbohidratnya akan dikurangi, nutrisionis kami juga bisa menyiapkan makanan untuk vegan. Pengaturannya disesuaikan dengan data setiap karyawan,” ujar Wynne Wardhani, PR Specialist The Fit Company.

“Untuk menjaga kualitas nutrisinya, kami memiliki dapur sendiri. Program corporate wellness bisa menjadi indikator bagi perusahaan bahwa ketika karyawan sehat maka produktivitas akan meningkat. Ini adalah benefit bagi karyawan dari segi prevention perihal kesehatan,” tuturnya.

Sementara itu, untuk layanan aktivitas olahraga, FITCO yang didirikan oleh Jeff Budiman dan Prianka Bukit pada Agustus 2019 ini menyediakan fitur Move sebagai wadah bagi pengguna untuk melakukan reservasi jadwal olahraga di pusat kebugaran yang bekerja sama dengan FITCO. Menariknya, Move juga memungkinkan pengguna untuk berolahraga bersama on-demand coach.

Artinya, pengguna bisa menentukan personal coach pilihannya, dan juga menentukan lokasi olahraga yang diinginkan. Jadi, fitur Move memangkas alasan kebanyakan orang untuk tidak berolahraga karena faktor lokasi pusat kebugaran yang jauh dari tempat tinggal atau kantornya.

Kepada Job-Like Magazine, Wynne juga menuturkan rencana FITCO untuk membentuk coach academy. FITCO mengemban misi untuk memajukan karier coach yang saat ini belum dianggap sebagai profesi yang menjanjikan.

Baca Juga: Ubah Kualitas Hidup Kamu agar Tak Terjangkit Penyakit “The Silent Killer”

Padahal, FITCO mendapatkan tiga ribu pelamar sebagai coach ketika tengah mempersiapkan layanan on-demand coach. Setelah melalui kurasi, FITCO memilih 50 coaches yang sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) FITCO.

“Ada beberapa persyaratan untuk menjadi coach kami. Selain kompetensi skill olahraga, kami menekankan tingkat komunikasi dengan member. Interaksi ini penting,” ujar Wynne.

“Perbedaan coach dan instructor itu, kalau instructor hanya memberikan instruksi, sementara coach mengetahui tujuan ideal bagi member, cara terbaik untuk mencapainya, bagaimana cara berkomunikasinya, apakah melalui metode motivasi atau cara lain,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here