Gojek Tempati Posisi ke-19 di Peringkat Startup Decacorn

Gojek Tempati Posisi Ke-19 di Peringkat Startup Decacorn

Dari 342 startup berstatus Unicorn di seluruh dunia, hanya ada 19 startup yang berhasil menaikkan statusnya menjadi Decacorn (valuasi US $10 miliar). Gojek dikabarkan telah berhasil menyandang status Decacorn.

Kabar keberhasilan Gojek menyandang status Decacorn dirilis oleh lembaga riset internasional CB Insight. Startup ini berada di posisi ke-19 pada peringkat startup berstatus Decacorn yang dirilis oleh lembaga tersebut, dengan valuasi US $10 miliar.

Gojek menyusul Grab yang sebelumnya sudah menyandang status Decacorn-nya dengan valuasi US $14 miliar. Di samping itu, Gojek menjadi startup pertama asal Indonesia yang berhasil menyadang status Decacorn.

Gojek Menyandang Status Decacorn Lewat Variasi Sumber Pendanaan

Gojek Menyandang Status Decacorn Lewat Variasi Sumber Pendanaan

Seperti dilansir Katadata, CEO Gojek, Nadiem Makariem, mengungkapkan bahwa proses pendanaan Gojek selama ini selalu berjalan tanpa kendala. Pendanaan yang didapatkan berasal dari berbagai sektor industri yang beragam. Diantaranya berasal dari pemodal ventura, e-commerce, perusahaan IT, dan asuransi.

Semenjak didirikan, Gojek mendapatkan pendanaannya dari Vanedge Capital, Openspace Venture, dan Temasek Holdings. Disamping itu, Gojek juga mendapatkan pendanaannya dari Google, BliBli.com, dan Allianz. Selain para pemodal ventura dan perusahaan-perusahaan tersebut, Gojek juga mendapatkan pendanaan dari sumber-sumber lainnya. Pendanaan terakhir (seri F-II) didapatkan Gojek pada awal Maret 2019 dengan jumlah pendanaan sebesar US $3,3 miliar.

Baca Juga: Go Pay Gandeng Pawoon untuk Tingkatkan Jumlah Pengguna

Pengguna Aktif Aplikasi Gojek 55% Lebih Banyak

Pengguna Aktif Aplikasi Gojek 55% Lebih Banyak

Chief of Corporation Affairs Gojek, Nila Marita, menyatakan keberhasilan meraih status Decacorn merupakan bentuk kepercayaan para investor terhadap Gojek.

Nila juga mengklaim Gojek memiliki pangsa pasar tertinggi di antara penyedia layanan transportasi online yang beroperasi di Indonesia. Hal itu berdasarkan hasil survei yang menyebutkan, Gojek memiliki jumlah pengguna aktif aplikasi mingguan 55% lebih banyak dibandingkan perusahaan lainnya.

Sementara itu, Gojek telah merilis laporan KEJOG pada awal tahun ini. Isi laporannya adalah data penggunaan aplikasi Gojek di sepanjang tahun 2018. Salah satunya menyebutkan, mitra Go-Ride, Go-Car dan Go-Bluebird sudah menempuh total jarak 4 miliar km untuk mengantarkan para penumpangnya.

Data lainnya menyebutkan, mitra GoFood telah mengantar 500 juta makanan dan minuman kepada pengguna aplikasi. Lima menu yang paling banyak dipesan adalah ayam, nasi, mie, gorengan, dan martabak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here