Harbolnas 2018: JD.id Hadirkan JDOR dengan Beragam Jenis Diskon

Harbolnas 2018: JD.id Tawarkan JDOR dengan Beragam Jenis Diskon
Source: provoke-online

JD.id menjadi salah satu marketplace online yang menyemarakkan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas 2018). Startup milik PT Ritel Bersama Nasional ini menawarkan program diskon bertajuk JDOR.

Program diskon JDOR menawarkan beragam jenis diskon berbeda yang digelar bertepatan dengan jatuhnya Harbolnas yakni pada tanggal 12 Desember 2018.

Dilansir Tirto, di antara diskon yang diberikan adalah ‘Flash Sale 12.12’. Diskon ini digelar setiap 2 jam dalam durasi 24 jam. Selain itu, ada juga ‘Serba 12’. Di Serba 12, pembeli bisa mendapatkan barang seharga Rp 12 ribu, Rp 120 ribu, dan Rp 1,2 juta. Selain itu, masih ada lagi diskon bertajuk ‘Mystery Box’ dan ‘Crazy JD Golden Ticket’.

Model Bisnis JD.id

Tema JDOR dipilih karena JD.id ingin memberikan banyak kejutan kepada pembeli. Sedangkan produk-produk yang ditawarkan adalah produk original, sesuai dengan tagline yang diperkenalkan selama ini yakni #DijaminOri.

Model Bisnis JD.id
Foto: technologue

“Harbolnas adalah hari raya online nasional yang tidak akan terlewatkan oleh JD.id sebagai kesempatan bagi kami untuk mengedukasi masyarakat Indonesia akan pengalaman berbelanja barang-barang secara online yang mudah, menyenangkan, dan #DijaminOri,” kata Mia Fawzia selaku Head of Marketing JD.id.

Selain memberikan diskon bertepatan dengan jatuhnya Harbolnas pada tanggal 12 Desember, JD.Id sebelumnya juga melakukan pemanasan dengan menggelar serangkaian promo diskon yang dilakukan pada tanggal 1 hingga 9 November. Selain itu, pada tanggal 13 dan 14 Desember, marketplace berlogo kuda putih ini juga menggelar diskon ‘Surprise Deal’.

JD mulai masuk ke ranah retail online pada 2004. Saat itu, nama yang digunakan adalah Jingdong Mall. Pada 2007, Jingdong Mall diganti menjadi 360Buy.com. Selanjutnya pada 2013, 360Buy kembali berganti menjadi JD.com. Di Indonesia, JD.com menggunakan nama domain JD.id.

Baca Juga: Dengan Voucher Toko, Penjual Juga Bisa Gelar Promo Tokopedia

Foto: Jd.id

Berbeda dengan Bukalapak dan Tokopedia, JD melakukan sistem kurasi untuk produk-produk yang dijual. Model bisnis business to consumer (B2C) tersebut kurang lebih sama dengan yang awalnya digunakan oleh Lazada sebelum startup tersebut merangkul penjual dari segmen UKM. Konsekusensinya, ragam produk-produk yang ditawarkan tidak sebanyak produk-produk milik Bukalapak maupun Tokopedia.

Kendati demikian, pada ajang Festival 11.11 lalu, JD mendapatkan peningkatan penjualan yang cukup siginifikan. Tercatat peningkatannya mencapai 845% dibandingkan saat digelarnya event yang sama pada tahun 2017.

Sebagian dana pengembangan JD.id didapatkan lewat penawaran saham perdana di bursa saham Amerika. Startup ini juga mencuri perhatian Google setelah menunjukkan kinerja yang positif. Pada bulan Juni lalu, Google mengucurkan dana sebesar $550 juta kepada JD. Google juga dikabarkan membeli sebagian saham JD.id.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here