Baru Melirik Bidang Investasi Saham? Hati-Hati dengan Saham Gorengan!

Investasi memang penting untuk meningkatkan nilai uang yang kamu miliki. Ada banyak bidang investasi yang bisa kamu pilih, salah satunya adalah saham. Namun, bila kamu pemula di bidang investasi ini harus berhati-hati dengan saham gorengan.

Istilah saham gorengan bukanlah hal asing bagi orang-orang yang lama berkecimpung di bidang ini.

Jika kamu belum memahaminya, sebaiknya simak ulasan berikut ini:

Apa yang Dimaksud dengan Saham Gorengan?

Istilah saham gorengan dapat didefinisikan sebagai saham yang harganya meningkat drastis akibat terjadinya kenaikan permintaan pasar yang semu.

Analogi gorengan digunakan karena penjual gorengan biasanya membuat dagangannya tampak menggiurkan dengan warna dan aroma menarik. Sehingga banyak orang yang tertarik membeli dan mencicipinya. Demikian pula halnya dengan dunia saham.

Kenaikan nilai saham terjadi karena bid dan offer yang dilakukan market maker (bandar). Biasanya pihak market maker ini dapat berupa individu atau kelompok yang memiliki modal besar untuk mengatur pergerakan saham.

Baca Juga: Saham vs Properti, Investasi Mana yang Lebih Menguntungkan?

Ciri-Ciri Saham Gorengan

Ada beberapa ciri saham gorengan yang patut diwaspadai, antara lain:

Pola Harganya Tidak Beraturan

Salah satu cara paling praktis mengidentifikasi saham gorengan adalah mencermati pola harganya. Perhatikan pola harga saham selama satu tahun terakhir

Jika ada tanda-tanda yang menunjukkan kenaikan harga saham secara drastis dan tidak wajar, hal tersebut patut menjadi pertimbangan. Karena kemungkinan besar hal tersebut dilakukan oleh market marker yang sedang menyiasati nilai saham.

Nilai Kapitalisasi Pasar yang Kecil

Jenis saham yang nilainya dapat dimainkan biasanya berasal dari perusahaan kurang populer dengan nilai kapitalisasi kecil, kurang dari 1 triliun rupiah.

Selain itu, porsi saham yang diperjualbelikan untuk publik juga sangat sedikit. Sehingga market maker yang ada di dalamnya leluasa menguasai dan mengatur nilai saham.

Volume Transaksi Tidak Stabil

Pada umumnya, volume transaksi saham perusahaan cenderung stabil setiap hari. Jadi, kamu patut curiga bila saham incaran membukukan transaksi super besar di hari ini, tetapi tidak membukukan transaksi sama sekali pada keesokan harinya. Volume transaksi yang tidak stabil menunjukkan adanya rekayasa dari pihak market maker.

Mencermati Antrean Bid Offer

Kamu harus curiga bila volume transaksi meningkat sedangkan antrean bid offer hanya berkisar di angka puluhan. Karena hal ini juga menjadi salah satu indikasi saham gorengan.

Jika sudah banyak orang yang mengantre membeli saham, market maker akan melepas saham sehingga nilainya kembali turun seperti semula sebelum saham “digoreng”.

Jangan sampai kamu terjebak dengan iming-iming saham gorengan yang rentan menimbulkan kerugian di kemudian hari. Mulailah berinvestasi saham secara bijak sembari mempelajari banyak hal teknis di dalamnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here