Selain Unicorn, 3 Hewan Ini Juga Digunakan dalam Level Valuasi Startup

level valuasi startup
Sumber : Money Control

Selama beberapa tahun belakangan ini, istiah unicorn semakin familiar bagi masyarakat modern. Istilah tersebut digunakan untuk menyebut startup yang valuasinya sudah lebih dari US$1 miliar (kurang lebih 14 triliun rupiah). Apalagi sejak debat Capres kedua yang berlangsung pada 17 Februari 2019, istilah unicorn sebagai level valuasi startup semakin banyak dibicarakan masyarakat.

Namun, tahukah Anda bahwa ada hewan lainnya yang juga digunakan sebagai istilah untuk menyebut level valuasi startup?

Jangan ngaku sebagai masyarakat modern yang melek perkembangan zaman bila belum mengenal beberapa istilah berikut ini.

Cockroach

level valuasi startup
Sumber : Marketing Mind/a>

Level valuasi startup paling rendah dikenal dengan sebutan cockroach atau kecoa. Jangan menganggap remeh dulu ketika mendengar kata kecoa. Karena filosofinya sarat makna dan cocok bagi startup-startup kecil. Kecoa adalah hewan yang tahan banting, bisa hidup di tempat kotor, dan mudah berkembang biak. Startup yang baru dirintis dan berhasil bertahan dianggap menyerupai karakter kecoa yang pandai bertahan hidup. Jika berhasil melewati level ini, suatu startup memiliki potensi besar untuk berkembang pesat di masa mendatang.

Baca Juga : Wild Digital Conference 2018: Indonesia Diprediksi Lahirkan Next Unicorn Tahun Depan

Ponies

level valuasi startup
Sumber : Heureka-Conference

Pada level valuasi startup berikutnya, kuda poni dianggap sebagai penggambaran yang tepat. Ponies adalah istilah bagi startup yang valuasinya sudah mencapai US$ 10 juta (kurang lebih 14 miliar rupiah). Pencapaian pada level ini mengharuskan startup untuk terus berinovasi demi memperoleh perhatian angel investor. Dengan demikian, para investor besar akan tertarik untuk menanamkan modal. Sebab potensi keuntungan yang bisa diperoleh pun tergolong besar.

Centaurs

level valuasi startup
Sumber : Medium

Centaurs adalah makhluk mitologi Yunani berkepala manusia dan bertubuh kuda. Istilah centaurs digunakan untuk level valuasi startup dengan nilai US$ 100 juta (kurang lebih 1,4 triliun rupiah). Startup yang mampu mencapai level ini biasanya sudah dikenal luas oleh khalayak ramai dan masih berusaha mencari investor. Tujuannya tentu saja untuk mengembangkan bisnis, memaksimalkan keuntungan, dan mencapai status unicorn.

Setelah berhasil menjadi startup unicorn, biasanya suatu startup akan mulai go public. Karena sedikit sekali investor yang memiliki dana ekstra besar untuk membiayai startup unicorn. Kesimpulannya, jangan kecil hati bila startup Anda masih ada dalam level cockroach. Ada kesempatan besar untuk berkembang dan mencapai level valuasi startup yang lebih tinggi lagi di masa mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here