Kebiasaan Buruk Fresh Graduate yang Bikin Gagal Diterima Kerja

Ada banyak hal yang menyebabkan fresh graduate gagal diterima bekerja oleh perusahaan yang dilamarnya. Salah satunya, perusahaan lebih menyukai kelebihan yang dimiliki kandidat lain. Selain itu, gara-gara kebiasaan buruk, seorang fresh graduate juga bisa tidak diterima bekerja.

Kebiasaan buruk ini seringkali dilakukan fresh graduate saat penulisan CV hingga di tahapan wawancara. Padahal kedua tahapan itu penting artinya bagi keberhasilan pelamar kerja. Nah, kalau kamu seorang fresh graduate, berikut ini kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari saat melamar kerja.

Tidak Memoles CV/Resume

Sebelum mengundangmu untuk wawancara kerja, rekruter sebelumnya akan membaca CV/resume yang sudah kamu kirimkan. Dalam hal ini, rekruter mencocokkan kebutuhan perusahaan dengan kemampuan yang kamu miliki.

Jika kamu tidak memoles CV/resume sedemikian rupa, rekruter tentu tidak akan mendapatkan kecocokan tersebut. Selain mengetahui kemampuanmu, memoles CV/resume juga diperlukan agar rekruter mengetahui kecakapan yang kamu miliki.

Baca Juga: Cara Mudah Memoles Resume agar Kesempatan Diterima Lebih Besar

Kebiasaan Buruk Fresh Graduate Sebelum Mendatangi Wawancara

Kebiasaan buruk lain yang juga sering dilakukan fresh graduate adalah tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi wawancara kerja. Padahal, dengan mempersiapkan diri rekruter bisa memberikan nilai positif sehingga kamu bisa melanjutkan ke tahapan seleksi selanjutnya.

Salah satu cara mempersiapkan diri untuk menghadapi wawancara dengan mempersiapkan jawaban atas pertanyaan rekruter. Sebaliknya, kamu juga harus mempersiapkan beberapa pertanyaan untuk rekruter. Selain itu, kamu juga bisa membuat mock-up untuk melatih mental agar siap menghadapi wawancara.

Fresh Graduate Tidak Melakukan Riset

Salah satu cara agar kamu bisa menjawab pertanyaan rekruter dengan baik adalah dengan melakukan riset. Kamu harus mencari tahu semua informasi tentang perusahaan dan posisi yang kamu lamar.

Dengan melakukan riset rekruter jadi tahu bahwa kamu punya minat yang besar untuk mengisi posisi yang dilamar dan keinginan yang kuat untuk memajukan perusahaan. Sehingga kamu punya nilai tambah dibandingkan kandidat karyawan yang lain.

Tidak Punya Motivasi dan Sok Tahu

Sebelum bisa diterima bekerja, rekruter ingin mengetahui seberapa besar keinginanmu untuk mengisi posisi yang ditawarkan. Oleh karenanya, kamu harus menunjukkan motivasi yang kuat. Hal ini biasanya terlihat lewat jawaban atas pertanyaan yang diberikan rekruter. Selain itu, motivasimu juga bisa terlihat saat rekruter memberikan kesempatan kepadamu untuk bertanya.

Meski demikian, bukan berarti kamu harus sok tahu lho. Sok tahu dan terlalu percaya diri juga bisa membuatmu gagal diterima bekerja.

Beberapa kebiasaan buruk yang sering dilakukan fresh graduate diatas seringkali membuat rekruter tidak meloloskannya. Tapi, karena sudah mengetahuinya, sekarang kamu bisa menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here