Punya Rekan Kerja Bermuka Dua? Lakukan Ini untuk Menghindari Konflik

Rekan kerja yang bermuka dua bisa menyebabkan konflik di tempat kerja. Lebih dari itu, kariermu bisa terhambat karenanya. Kalau kamu memiliki rekan kerja bermuka dua kamu harus tahu cara menghadapinya.

Rekan kerja yang yang seperti ini bisa merugikan dirimu tanpa kamu mengetahuinya. Gara-gara kelakuannya, tim atau perusahaan bisa dirugikan. Pasalnya, rekan kerja yang seperti ini berfokus pada hal lain selain target atau tujuan perusahaan.

Rekan kerja bermuka dua bisa memiliki posisi setara denganmu. Tapi ia juga bisa bawahan atau atasanmu. Nah, sebelum bisa mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh rekan kerja yang seperti ini, kamu terlebih dahulu harus mengetahui tanda-tandanya.

Tanda-Tanda Rekan Kerja Bermuka Dua

Rekan kerja bermuka dua umumnya tidak menampakkan sisi buruknya pada orang lain. Oleh karena itu, kamu bisa kesulitan untuk menghadapinya. Namun, rekan kerja seperti ini biasanya memiliki tanda-tanda tertentu. Salah satunya, punya sifat iri pada keberhasilan rekan kerja lainnya. Selain itu, ia juga memiliki beberapa ciri lainnya, yaitu,

  • Tidak bisa dipercaya;
  • Meremehkan rekan kerja lainnya;
  • Gemar bergosip;
  • Memberikan pujian atau bantuan untuk mendapatkan imbalan;
  • Menghalalkan segala cara untuk berhasil;
  • Gemar mencuri ide rekan kerja lain;
  • Mengakui hasil pekerjaan orang lain sebagai pekerjaannya.

Nah, kalau ada salah satu rekan kerjamu yang punya sifat-sifat di atas, kamu patut waspada.

Baca Juga: Keluar dari Toxic-Work Environment, Lakukan dengan Cara Terukur!

Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Toxic

Rekan kerja bermuka dua bisa menyebar toxic atau keburukan di lingkungan kerja. Untuk itu, kamu harus tahu cara menghadapinya. Kalau kamu sudah mengetahui rekan kerjamu bermuka dua, cobalah untuk tidak terlalu banyak memberikan informasi pribadi atau informasi mengenai pekerjaan kepadanya. Dengan begini, kamu bisa mengurangi resiko perlakuan negatif yang dilakukannya.

Di sisi lain, kamu memang tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi rekan kerjamu. Namun, cobalah untuk membina hubungan lebih dekat dengan rekan kerja yang bisa kamu percaya. Sehingga rekan kerjamu itu bisa mengingatkan kalau-kalau ada yang ingin merugikan dirimu. Tidak ada salahnya juga berteman dengan siapa saja, tanpa memandang posisi atau perannya di perusahaan.

Kalau rekan kerja toxic sudah sering merugikan, tidak ada salahnya mendokumentasikan pekerjaan. Hal ini perlu kamu lakukan jika suatu saat kamu harus berhadapan dengannya di depan atasan atau HRD untuk menyelesaikan permasalahan.

Terakhir, cobalah untuk tetap mengerjakan pekerjaan sebaik-baiknya tanpa merugikan rekan kerja lainnya. Ada baiknya kamu juga menciptakan kondisi kerja yang nyaman bagi rekan kerja lainnya. Pada akhirnya, semua rekan kerjamu pasti akan mengetahui mana rekan kerja yang toxic dan mana rekan kerja yang produktif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here