Jaga Kesehatan agar Terhindar dari Penyakit Puasa yang Umum Ini

Puasa memang kewajiban bagi umat Islam, namun sebetulnya ibadah puasa bukan hal yang wajib untuk orang dengan kondisi tertentu. Misalnya, anak-anak, ibu hamil dan menyusui, lanjut usia atau mereka yang sedang mengidap penyakit tertentu. Mereka yang memungkinkan untuk puasa harus menjaga diri agar tidak terserang penyakit puasa.

Penyakit puasa muncul sebagai respon perubahan pola makan. Di saat awal-awal puasa, tubuh baru mulai beradaptasi dengan pola makan yang berubah. Kebiasaan makan tiga kali sehari yang kemudian berubah menjadi hanya dua kali nyatanya memang bisa membuat tubuh kaget.

Supaya puasa yang Anda jalankan lancar, sebaiknya Anda mengetahui beberapa penyakit yang umum terjadi selama puasa. Dengan begitu Anda bisa mengantisipasinya dengan menerapkan puasa sehat. 

Baca Juga: Mencegah Maag saat Puasa Ternyata Tidak Susah, Ibadah pun Makin Lancar!

Sembelit

Sembelit adalah kondisi yang umum terjadi pada awal-awal puasa. Kondisi ini biasanya terjadi karena kesalahan kita sendiri yang kurang memerhatikan asupan makanan yang masuk. Sebut saja kurangnya minum air putih, kurang makan buah dan sayur yang kaya serat, kebiasaan makan makanan berlemak atau terlalu sering konsumsi susu. Untuk mengatasinya, kamu wajib konsumsi makanan tinggi serat dan minum air cukup.

Lethargy

Kondisi saat seseorang mengalami keringat berlebihan, lemah, lelah, kurang energi, pusing, dan pingsan dapat disebut dengan lethargy syndrome. Meski kondisi ini biasanya dialami anak-anak, tapi orang dewasa juga bisa mengalaminya.

Kondisi ini pun dikaitkan dengan tekanan darah rendah dan cenderung terjadi menjelang sore selama jam puasa di bulan Ramadan. Asupan cairan yang terlalu sedikit, penurunan asupan garam biasanya menyebabkan masalah ini. Untuk mengatasinya, Anda bisa meningkatkan asupan cairan dan juga garam saat berbuka dan sahur.

Sakit Kepala

Saat puasa, beberapa orang akan dipaksa mengurangi jumlah asupan kafein dan tembakau melalui rokok. Selain itu, kondisi lapar dan kurang tidur juga bisa menyebabkan seseorang mengalami sakit kepala.

Memang ada baiknya untuk membiasakan  mengurangi kafein dan tembakau secara perlahan mulai satu atau dua minggu sebelum Ramadan. Namun, jika sudah terlanjur terjadi, maka Anda harus memperbaiki jam tidur, memperbanyak konsumsi makanan bergizi dan mengurangi asupan kafein.

Nyeri Sendi

Selama bulan Ramadan, ibadah salat tarawih juga dianjurkan untuk dilakukan. Sayangnya bagi orang lanjut usia, salat tarawih juga bisa meningkatnya tekanan pada sendi lutut. Akibatnya, mereka yang mengidap penyakit sendi akan merasakan gejala semakin parah seperti menyebabkan rasa sakit, kekakuan, pembengkakan dan ketidaknyamanan.

Untuk mengatasinya, ada baiknya Anda menurunkan berat badan sehingga lutut tidak harus membawa beban tambahan. Lakukanlah latihan tungkai bawah dan pastikan untuk menjaga kebugaran tubuh agar ibadah salat tarawih lebih lancar.

Baca Juga: Meski Lapar Sekalipun, Makanan Ini Nyatanya Tidak Baik untuk Anda Konsumsi saat Berbuka Puasa!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here