Hindari Penyebab Terlilit Utang agar Kondisi Keuangan Tetap Stabil

Utang bisa membuat kondisi keuangan seseorang menjadi tidak stabil. Jika ia berbisnis, bisnis yang dimiliki bisa bangkrut karena utang. Ada beberapa hal yang jadi penyebab seseorang bisa terjebak atau terlilit utang. Dengan mengenalinya, kamu bisa menghindarinya.

Seseorang berutang dikarenakan ia tidak memiliki uang saat uang tersebut dibutuhkan. Baik untuk membeli barang, membiayai bisnis, atau untuk keperluan lain. Semisal, biaya kesehatan dan pendidikan. Namun, seseorang juga bisa terlilit oleh utang dan bunganya. Dalam hal ini, ia tidak mampu membayarnya. Malahan, kondisi keuangannya menjadi tidak stabil karenanya.

Kalau kamu punya utang, cobalah untuk menghindari beberapa hal dibawah ini, agar kamu tidak terlilit persoalan utang yang terlalu dalam.

Tidak Bersedia Berkorban

Untuk bisa membayar utang dan bunganya, seringkali kamu dituntut harus mengurangi pengeluaran. Caranya bisa dengan menunda pembelian atau dengan mencari produk lain dengan harga yang lebih murah. Selanjutnya, dengan uang ekstra yang dimiliki, kamu bisa membayar utang dan bunganya.

Namun untuk berhemat tentunya diperlukan pengorbanan. Hanya saja, jika kamu tidak bisa melakukannya, maka kamu akan mudah terlilit oleh utang.

Kecanduan Membeli Barang Bisa Jadi Penyebab Terlilit Utang

Kecanduan membeli barang juga bisa menjadi penyebab kamu terlilit utang. Apalagi kalau barang yang diinginkan harganya mahal. Alih-alih berhemat, kamu justru menambah jumlah pengeluaran. Padahal uang untuk membeli barang tersebut bisa digunakan untuk membayar utang.

Sebab lainnya yaitu bergaya hidup mewah. Pengeluaran seringkali menjadi tidak terkontrol karena ingin memiliki gaya hidup sama dengan orang lain. Atau, ingin memiliki barang seperti yang dimiliki orang lain. Kalau kamu tidak ingin terjebak utang, cobalah untuk menghindari kedua kebiasaan tersebut.

Baca Juga: Debt Stacking dan Snowball, Cara Mudah Melunasi Utang

Terlilit Utang Gara-Gara Tidak Melakukan Anggaran Keuangan

Seringkali seseorang merasa penghasilannya selalu kurang untuk menutupi pengeluarannya. Apalagi untuk membayar utang dan bunganya. Hal ini bisa terjadi karena ia tidak melakukan anggaran keuangan.

Dengan melakukan anggaran keuangan kamu bisa mengetahui berapa sebenarnya pengeluaran yang dilakukan. Tidak hanya itu, kamu juga bisa mengetahui untuk apa saja pengeluaran tersebut dilakukan. Sebaliknya, tanpa anggaran keuangan, penggunaan uang menjadi tidak terkontrol. Selain itu, kamu bisa salah dalam melakukan pengeluaran. Baik salah dalam jumlahnya, maupun salah untuk keperluannya.

Tidak Menutup Kartu Kredit

Kartu kredit mendatangkan banyak manfaat kalau kamu bijak menggunakannya. Namun, kartu kredit juga bisa menjadi penyebab kamu terjebak utang. Oleh karena itu, kalau kamu punya utang dalam jumlah yang cukup besar, ada baiknya kamu menutup kartu kredit. Sehingga kamu bisa menghindari tumpukan utang dan bunga yang lebih banyak.

Di sisi lain, kamu bisa mulai menabung untuk emergency fund. Tabungan ini bisa kamu gunakan jika ada keperluan yang mendesak. Dengan begitu, kamu tidak perlu lagi bergantung pada keberadaan kartu kredit kalau membutuhkan dana mendadak.

Merasa Putus Asa karena Terlilit Utang

Jika utang semakin banyak, seseorang akan mudah kehilangan harapan untuk bisa membayar utang-utangnya. Kalau sudah begini, bukan hanya kondisi keuangannya saja, tapi kehidupannya juga bisa ikut berantakan.

Kalau kamu punya utang dalam jumlah cukup banyak, cobalah untuk tidak putus asa dan tidak berhenti membayar. Karena selalu ada cara yang bisa kamu lakukan untuk membayar utang. Semisal dengan melakukan pembayaran bertahap.

Cara ini bisa kamu lakukan dengan mengurutkan pembayaran berdasarkan besaran bunga. Selain itu, kamu bisa mengurangi pengeluaran dan tidak lagi menggunakan kartu kredit.

Cara-cara di atas bisa berhasil asalkan kamu mau berkorban. Baik dengan dengan cara berhemat atau dengan menambah penghasilan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here