Salah Kaprah Seputar Social Media Marketing Ini Harus Dihindari

Social media marketing menjadi salah satu teknik pemasaran yang sudah lazim digunakan zaman sekarang. Jelas sangat berbeda dengan sepuluh tahun lalu, yang mana penggunaan media konvensional masih mendominasi. Tidak heran jika berkarier di bidang ini juga makin banyak tantangannya.

Sayangnya, keberadaan social media marketing sering kali membuat beberapa marketer salah kaprah dalam menentukan strategi. Berikut beberapa di antaranya.

Gunakan Semua Platform Media Sosial

Orang-orang cenderung berpikiran bahwa agar social media marketing makin sukses dan efektif, gunakanlah semua platform media sosial. Hal ini jelas tidak benar karena tiap media sosial sendiri punya ciri khas tersendiri. Media sosial yang dipilih hendaknya disesuaikan dengan visi serta value brand.

Tidak mungkin sebuah produk ekslusif harus dipaksakan dipasarkan dengan TikTok yang usia target market-nya kurang sesuai. Sebuah brand hanya perlu dua atau tiga media sosial paling sesuai dalam pemasaran. Sekadar mengikuti tren dan mengabaikan value brand jelas jadi bumerang berbahaya.

Semakin Banyak Followers Semakin Baik

Selain itu, muncul juga pemahaman bahwa indikasi social media marketing sukses adalah dari angka followers. Ini tentu salah kaprah karena patokan keberhasilan bukan berada pada jumlah followers. Ada engagement yang jauh lebih penting dan sudah seharusnya diupayakan sebuah brand.

Engagement menunjukkan seberapa baik kedekatan emosional antara followers dan brand. Alih-alih berburu followers sebanyak mungkin, sebuah brand sebaiknya memikirkan strategi menaikkan engagement.

Baca Juga: Biaya Marketing Dipangkas Saat Pandemi? Pelajari Ulang Strateginya!

Email Marketing Tak Lagi Relevan

Semakin melejitnya social media marketing membuat sebagian kecil marketer berpikir bahwa penggunaan email marketing tidak lagi relevan. Padahal, fungsi dan target dari keduanya jelas berbeda. Zaman sekarang, email marketing masih berpotensi menaikkan pemasaran.

Konten yang dibagikan lewat email marketing sifatnya lebih spesifik dibandingkan media sosial. Target atau pasarnya sudah lebih jelas, yaitu kepada para pelanggan lama atau loyal. Sementara, media sosial lebih membantu jangkauan pasar lebih luas, apalagi pelanggan baru.

Feedback Negatif Pelanggan Diabaikan

Derasnya arus media sosial mau tak mau membuat brand harus bersiap-siap berhadapan langsung dengan pelanggan. Tidak jarang banyak sekali keluhan disampaikan lewat media sosial. Inilah tantangan bagi brand untuk tetap menjaga citra brand di mata konsumen.

Sayangnya, tidak sedikit brand yang memilih mengabaikan feedback negatif pelanggan di media sosial. Padahal, klarifikasi dan konfirmasi sangat dibutuhkan sebagai bagian dari layanan untuk konsumen.

Pemahaman akan social media marketing hendaknya makin didalami dari waktu ke waktu. Ingat, media sosial bukan satu-satunya hal yang bisa diandalkan dalam pemasaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here