Daftar Tindakan Saat Wawancara yang Anti Kamu Lakukan, Catat Ya!

Kamu perlu memerhatikan setiap tindakan yang dilakukan saat wawancara. Bahkan, gestur tubuh saja dapat sangat berpengaruh pada penilaian Human Resource (HR) kepadamu. Itu sebabnya, kamu harus paham dulu batasan apa saja yang sebaiknya kamu lakukan selama wawancara berlangsung.

Karena attitude adalah hal paling penting, maka ada beberapa tindakan saat wawancara yang pantang kamu lakukan. Sikap-sikap berikut ini sebaiknya kamu hindari jika ingin mendapat kesan baik di mata pewawancara. Catat dan perhatikan baik-baik ya!

Menjelekkan Perusahaan Sebelumnya

Mungkin salah satu alasan kenapa kamu ingin mencari pekerjaan baru adalah faktor ketidakpuasan dengan perusahaan lama. Namun, bukan berarti masalah ini harus kamu bawa-bawa saat wawancara. Tindakan saat wawancara yang harus paling kamu hindari adalah menjelek-jelekkan perusahaan sebelumnya.

Andai kamu terlampau jujur menyampaikan hal-hal buruk di perusahaan lama, tentu pewawancara akan berpikir seribu kali untuk merekrutmu. Dari situ saja sudah terlihat kalau attitude kamu kurang baik. Ingat ya, rahasia dapur perusahaan lama tidak perlu kamu sampaikan saat wawancara.

Polos Mengatakan “Tidak Tahu”

Dalam sesi wawancara, ada kalanya pertanyaan yang diajukan pewawancara terlalu sulit. Mungkin bisa saja pertanyaan tersebut terlalu bersifat teknik dan di luar dari kapasitasmu. Hanya saja, kamu sangat dilarang hanya menjawab “tidak tahu” loh.

Tindakan saat wawancara ini jelas anti kamu lakukan karena dapat menurunkan kualitasmu di depan pewawancara. Tidak masalah kok kalau memang tidak memahami dan mengetahu jawaban dari pertanyaan tersebut. Tapi, jauh lebih baik kalau kamu jawab begini: “Maaf, saya kurang paham mengenai hal tersebut. Namun, sebisa mungkin setelah wawancara ini saya akan cari tahu dan mempelajarinya.”

Baca Juga: Mengikuti Wawancara Online di Masa Pandemi, Nyaman atau Nggak Ya?

Memberi Informasi Pribadi yang Tidak Relevan

Selanjutnya, kamu juga dilarang memberikan terlalu banyak informasi pribadi saat wawancara. Suasana wawancara yang terlampau cair memang kadang bisa menjadi jebakan. Alih-alih bersikap profesional, kamu bisa terpancing lebih banyak mengobrol dengan pewawancara.

Jika kurang bisa menjaga sikap, bisa-bisa kamu menceritakan hal-hal tak relevan ke meja wawancara. Informasi yang bersifat terlalu pribadi tentu tidak dibutuhkan pewawancara. Jangan sampai kamu terjebak di titik seperti ini ya!

Memakai Bahasa yang Tidak Profesional

Tidak menggunakan bahasa formal jelas menjadi tindakan saat wawancara yang paling tidak boleh dilakukan. Gunakan bahasa profesional sebagai bentuk kesungguhan dan menghargai pewawancara. Jangan pakai nada yang kesannya seperti tengah mengobrol dengan teman.

Sebisa mungkin hindari penggunaan kata seperti “Umm…” saat kamu tengah berpikir. Kamu cukup diam, tenang, dan berpikir jika butuh waktu untuk menjawab. Jangan pula gunakan bahasa gaul sehari-hari karena kesannya sangat tidak sopan.

Semoga berbagai bentuk larangan tindakan saat wawancara di atas dapat menjadi referensimu dalam melamar pekerjaan. Ingat, kunci dari wawancara sukses juga terletak dari attitude yang baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here