Hooq: Andalkan Konten Lokal untuk Rangkul Pelanggan

Foto: Source: tabloidpulsa

Hooq merupakan salah satu layanan streaming film dan video on demand yang menyediakan layanannya di Indonesia. Konten lokal menjadi andalan untuk mengakuisisi pelanggan.

Dengan jumlah penduduk yang mencapai 262 juta, Indonesia punya potensi yang besar untuk berkembangnya layanan streaming film dan video on demand. Hal tersebut didukung pula oleh jumlah pengguna internet yang telah mencapai 143 juta orang atau lebih dari 50% jumlah penduduk.

Salah satu layanan layanan streaming film dan video on demand yang sudah hadir di Indonesia adalah Hooq.

Produksi Film Lokal

Hooq mulai masuk ke Indonesia pada 2016 lalu. Sebelumnya, perusahaan asal Singapura ini telah menyediakan layanannya di beberapa negara lain. Diantaranya adalah Thailand, Filipina dan India. Di Asia Tenggara, Hooq lebih dikenal dibandingkan pesaingnya, Netflix, yang juga sudah bisa diakses layanannya di Indonesia mulai 2016 lalu.

Hooq Indonesia
Foto: gendol-online

Di Indonesia sendiri, perkembangan Hooq terbilang cukup cepat. Dua tahun setelah dirilis, aplikasinya sudah diunduh oleh 28 juta pengguna. Jumlah ini cukup banyak, mengingat Netflix dan iFlix juga telah menyediakan layanan sejenis di Indonesia.

Di tanah air, Hooq memaksimalkan konten-konten lokal untuk menambah jumlah pelanggan. Keputusan tersebut diambil bukannya tanpa alasan. Dari survey yang telah dilakukan perusahaan, 50 hingga 60 persen penonton di Indonesia memilih untuk menonton film-film Indonesia.

Di sisi lain, akses untuk mendapatkan film Indonesia versi original terbilang cukup mahal untuk sebagian orang. Judul film juga akan lebih sulit ditemukan jika film-film tersebut dirilis sudah dalam waktu yang cukup lama.

Untuk itu Hooq menggandeng rumah-rumah produksi dan studio film di Indonesia untuk menyediakan film-film lokal. Beberapa diantaranya dihadirkan secara eksklusif atau berbayar. Salah satunya adalah ‘Ada Apa Dengan Cinta 2’ (AADC 2).

Baca Juga: Menonton Channel TV Indonesia Makin Mudah dengan Mivo

Foto: tek

Selain menggandeng studio film untuk menyediakan film-film Indonesia, langkah lain yang dilakukan adalah memproduksi sendiri film-filmnya. Belum lama ini, Hooq telah memproduksi ‘Brata’. Film seri bergenre action-romantis itu dibuat dengan kualitas gambar setara film layar lebar. Brata dibintangi oleh Oka Antara dan tayang dalam 6 episode. Kedepannya, Hooq berencana untuk lebih memperbanyak konten lokal dengan film produksi sendiri.

Untuk ketersediaan film-film asingnya, Hooq bekerjasama dengan beberapa studio film dan distributor film ternama. Diantaranya adalah Disney, Paramount Pictures dan Lucas Films. Selain itu untuk kemudahan streaming dan download, perusahaan ini juga bekerjasama dengan beberapa operator seluler. Di Indonesia, Hooq bekerjasama dengan Telkomsel dengan layanan yang dapat dinikmati secara gratis maupun berbayar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here