HR Interview Mirum Jakarta: Pentingnya Fleksibilitas bagi Pekerja Millennial

hr interview mirum jakarta

Millennial di dunia kerja memang agak sulit ditebak. Di satu sisi, para millennial ini memiliki tingkat aktualisasi diri yang tinggi sehingga memotivasinya untuk bekerja lebih keras. Prestasi dan pengakuan menjadi hal yang penting bagi kalangan millennial. Sehingga tak jarang di antara pegawai millennial, banyak yang ingin belajar lebih dari satu bidang. Sisi positif dari para millennial ini merupakan hal yang baik bagi perusahaan. Semangat dan antusias mereka layak untuk diacungi jempol.

Meski banyak sisi positif yang bisa diambil dari seorang pegawai millennial, namun pada usianya sekarang mereka bisa dibilang masih labil dalam menentukan arah karir. Ketertarikan pada beberapa bidang yang berbeda, membuat para millennial ini kesulitan untuk fokus dan expert ke satu bidang. Ketertarikan untuk mencoba hal-hal baru inilah yang seringkali membuat millennial nggak betah bertahan di satu perusahaan yang sama untuk jangka waktu lama. Untuk itu, bagi perusahaan yang memiliki banyak pegawai dari kalangan millennial, biasanya akan mencari seribu satu cara untuk membuat si anak millennial bertahan di perusahaan.

Menurut Senior HR Officer Mirum Jakarta Nunuk Wiharyadi, adalah hal yang bagus bagi perusahaan jika bisa mempertahankan pegawai millennial minimal selama 1 tahun kerja. Karena rata-rata, durasi kerja pegawai millennial di perusahaan maksimal berkisar 1 sampai 3 tahun saja. Keinginan untuk memenuhi rasa penasaran dan mencapai tingkat aktualisasi diri yang lebih tinggi, menjadi motif dari para millennial ini untuk tidak bertahan hanya pada satu perusahaan.

Menurut Nunuk, agar pegawai millennial betah bekerja di perusahaan, perusahaan bisa memberikan tantangan yang lebih kepada mereka. Karena pada dasarnya kaum millennial sangat menyukai tantangan.

“Misalnya kalau di Mirum kita suka ajak mereka ikut dalam kompetisi yang melibatkan ide dari para pegawai. Selain memacu mereka agar lebih bersemangat, kesempatan berkompetisi ini juga meningkatkan kepercayaan diri mereka ketika bisa menorehkan prestasi untuk perusahaan,” ujar Nunuk saat ditemui Job-Like Magazine di kantor Mirum Jakarta.

Baca Juga: Tantangan Senior Media Planner: Nggak Boleh Berhenti Belajar!

Sudah bukan zamannya perusahaan bersikap kaku kepada pegawai millennial.

Kekakuan dan ribet-nya birokrasi menjadi salah satu alasan bagi pegawai millennial untuk hengkang dari perusahaan. Mungkin perusahaan bisa menciptakan suasana yang lebih asyik dengan mendesain workplace menjadi playground bagi karyawan millennial. Workplace yang kreatif seperti ini biasanya membuat semangat pegawai millennial bertambah dan akan semakin produktif.

Selain itu, berikan reward untuk pegawai millennial atas hasil kerjanya selama ini. Reward di sini bukan berarti dalam bentuk uang tetapi juga bisa event-event mengasyikkan yang melibatkan pegawai lainnya.

“Ajak mereka outing ke suatu tempat dimana seluruh pegawai dan atasan bisa berkumpul dan bersenang-senang sejenak. Kalau Mirum sendiri suka mengadakan gathering atau outing seperti itu. Nggak jauh sih, misalnya cuma ke Dufan aja. Tetapi, selain sebagai ajang refreshing, pertemuan seperti ini juga bisa menjalin hubungan pertemanan yang lebih erat,” kata Nunuk.

Karyawan Mirum Jakarta mengadakan outing bersama

Meski tujuan utamanya mencari pengakuan dan pencapaian aktualisasi diri di kalangan sesama karyawan dan para bos, tetapi untuk menjalankan gaya hidupnya pegawai millennial butuh benefit yang seimbang dari perusahaan hal ini pun berlaku pada pegawai non-millennial. Tetapi, perlu diketahui bahwa millennial senang dengan gaya hidup mewah tetapi sering lupa kemampuan finansial. Mungkin perusahaan bisa menimbang-nimbang untuk memberikan mereka bonus agar mereka tak terlihat suntuk saat bekerja atau saat gaji menipis.

Namun, yang paling penting rasa dihargai dan diapresiasi dengan layak merupakan cara lain juga yang ampuh untuk membuat pegawai dari generasi manapun loyal terhadap perusahaan.

Beri komentar Anda tentang artikel ini