Cara Membangun Hubungan Baik dengan Karyawan Kontrak dan Lepas di Tren Ekonomi Gig

karyawan kontrak
Sumber : strongadvocates

Ekonomi gig yang semakin tumbuh secara global memaksa para pemimpin dan pembuat kebijakan perusahaan untuk mengevaluasi diri dan beradaptasi. Kini, orang-orang tak lagi melihat pekerjaan kontrak dan lepas sebagai pilihan terakhir tetapi sebagai opsi-opsi karir yang absah dan nyata. Dan karena kini dunia kerja terfragmentasi menjadi berbagai sektor, dengan karyawan kontrak yang juga memainkan peranan penting, para manajer dan departemen HR atau SDM perusahaan pun jadi ditugaskan untuk menjaga hubungan dengan berbagai tipe karyawan.

Membangun hubungan yang awet dengan karyawan kontrak, lepas, dan ekonomi gig lainnya akan membangun pondasi kesuksesan perusahaan di masa depan seiring dengan berubahnya lanskap bisnis. Untuk mencapai hal ini, para pemimpin harus mengadopsi perspektif-perspektif baru terhadap teknik-teknik klasik seperti dengan melakukan hal-hal berikut ini.

4 Langkah Membangun Hubungan Baik dengan Karyawan Kontrak

Buang Prasangka Jauh-Jauh

Sumber : forbes

Para karyawan kontrak dan gig masa kini datang ke perusahaan dengan latar belakang yang berbeda-beda. Karena itu, karyawan yang sukses pada bidang talenta ini mungkin akan terlihat dan bertingkah berbeda dengan yang biasa Anda jumpai. Seorang profesional cukup senior yang ingin melakukan perubahan karir bisa saja Anda jumpai, dan keahlian yang dimiliki mungkin adalah apa yang Anda paling butuhkan untuk bisa menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan jangka pendek. Sedangkan, lulusan baru mungkin juga ingin jadi karyawan kontrak jangka pendek untuk mendapatkan pengalaman industri.

Baca Juga : Ingin Berhenti Menarik Kandidat Tidak Berkualitas Tiap Mengadakan Rekrutmen? Lakukan Hal-Hal Ini

Karena ada banyaknya tipe karyawan yang kini mau berpartisipasi dalam ekonomi gig inilah, Anda harus menghilangkan bias dari proses rekrutmen. Dengan ini, Anda bisa mempekerjakan orang-orang terbaik untuk pekerjaan yang terbuka dan bahkan mungkin mendapat kejutan keunikan kandidat yang tak pernah Anda lihat sebelumnya.

Libatkan Mereka dalam Budaya Perusahaan

jenis rekan kerja
Sumber : axerosolutions

Meskipun karyawan kontrak hanya menduduki ruang-ruang temporer dalam lanskap korporat, sangatlah penting untuk membuat mereka merasa terhubung dengan misi dan lingkungan perusahaan.

Apakah Anda menganggap karyawan lepas dan kontrak setara? Pastikan bahwa kontraktor memiliki akses terhadap sebanyak mungkin budaya perusahaan. Apakah Anda memberikan kesempatan untuk menghadiri acara-acara menyenangkan kepada karyawan kontrak Anda? Apakah komunikasi antar tim didorong? Sertakan pula mereka pada ajang-ajang brainstorming dan latihan-latihan pembangunan tim. Undang pertanyaan-pertanyaan dan umpan balik mereka. Karyawan yang merasa punya koneksi bisa jadi advokat perusahaan Anda.

Berdayakan Para Karyawan Kontrak Tersebut

prestasi

Ekonomi gig memberikan karyawan pilihan kepada siapa mereka akan bekerja. Jika Anda ingin memiliki hubungan yang awet dengan karyawan gig Anda, maka pertama-tama Anda harus meyakinkan mereka untuk memilih perusahaan Anda.

Jaga agar karyawan-karyawan ini terus bekerja kepada Anda dengan memberikan mereka alat yang mereka butuhkan untuk bisa sukses. Apakah mereka diberikan otoritas di area-area dimana mereka punya keahlian? Apakah ada pelatihan yang mengizinkan integrasi korporat yang efektif? Apakah Anda memanfaatkan keahlian karyawan kontrak secara efisien?

Ketika Anda memberikan karyawan lepas dan kontrak daya atau otoritas, maka Anda memberikan lingkungan yang menarik yang mempromosikan kemitraan yang tahan lama antara karyawan gig dan perusahaan.

Soroti Kekuatan dan Perbaiki Kekurangan

Pasar kerja gig sangat mengandalkan kustomisasi. Penggunaan efektif dari karyawan gig adalah untuk meningkatkan kekuatan untuk mengisi gap yang ada pada talenta di perusahaan. Dengan terus mengakui kekuatan kontraktor terhadap perusahaan, mereka akan merasa dihargai, dan mereka akan memberikan performa yang terbaik.

Di sisi lain, jangan meremehkan kelemahan. Bantulah mereka meningkatkan keahlian meski statusnya bukan karyawan tetap. Berikan mereka akses terhadap sumber daya yang sama dengan sumber daya yang dimiliki oleh karyawan reguler Anda. Bahkan, Anda bisa menghubungkan mereka dengan mentor-mentor senior di organisasi Anda.

Beri komentar Anda tentang artikel ini