Hati Terjebak dalam Hubungan Cinta Terlarang, Kamu Sudah di Tahap Mana?

hubungan cinta terlarang
foto: beducated

Bicara soal hati, rasanya sulit untuk benar-benar diungkapkan dalam tulisan. Apalagi jika hati kamu sudah terseret dalam sebuah hubungan cinta terlarang. Terlarang? Iya, misalnya, kamu sudah terlanjur sayang sama suami orang. Awalnya mungkin akan terasa menyenangkan. Namun, sadar tidak bahwa lama-kelamaan kamu mulai menuntut sesuatu yang jelas-jelas tidak akan bisa diberikan oleh si dia?

Tahap pertama ini sebenarnya yang paling bikin kamu deg-degan. Ngobrol asik dan mulai merasakan ada sesuatu yang salah, yakni mengambil waktu suami orang untuk menemani kamu setiap hari. Walau ada prinsip “mau sama mau”, tapi tetap saja status dia sudah sah punya orang lain. Tapi entah kenapa, hati kamu terus terbawa arus untuk melakukannya.

Tahap selanjutnya, kamu mulai merasa terbiasa dengan kehadiran doi setiap hari. Banyak yang bilang bahwa ada cinta yang datang karena terbiasa. Well, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah. Di tahap ini kamu mulai menuntut sesuatu dari dia yang kamu sendiri tahu, tidak akan bisa dilakukan karena doi sudah punya istri!

Ketiga, hati kamu mulai bergejolak hebat. Kamu merasakan kenikmatan menjalankan hal tersebut bersama dirinya. Tapi di sisi lain, kamu juga tidak mau kalau suatu saat nanti, suami kamu punya hubungan mutual seperti ini dengan wanita lain.

Di fase inilah kamu benar-benar dipusingkan dengan perasaan kamu sendiri. Kecuali memang kamu adalah tipe orang yang bisa santai, hanya memanfaatkan keadaan, tanpa pusing terbawa perasaan alias baper.

Menjalani Hubungan Cinta Terlarang dengan Suami Orang, Siapa yang Lebih Dirugikan?

Pada tahap ini, bisa dibilang kamu sendirilah yang dirugikan. Si doi sudah punya pasangan, menjalani rumah tangga setiap hari, sudah ada ikatan yang sah. Apa pun yang dia lakukan sama kamu, intinya dia selalu punya “titik” pulang. Bagaimana dengan kamu yang single?

Baca Juga: Ini Beberapa Alasan Kuat Mengapa Seseorang Memilih Berselingkuh dari Pasangannya

Lebih rumit lagi jika kamunya baperan dan mudah cemburu. Pikiran kamu akan terkuras hanya untuk doi, yang belum tentu menguras pikirannya untuk kamu, karena dia sudah punya istri. Apalagi kalau sudah punya anak.

Pikiran mulai penuh dengan dia, dan kamu mulai menuntut sesuatu yang tidak bisa dia lakukan karena statusnya yang sudah menikah. Apa konsekuensi dari hal ini, selain menyakitkan kamu sendiri? Bisa jadi, dia perlahan akan ninggalin kamu. Dia akan merasa terbebani akan permintaan-permintaan kamu. Akhirnya, memutuskan untuk mengakhiri ini saja, daripada harus menimbulkan risiko untuk rumah tangganya sendiri.

Jika sudah begitu, apa yang kamu dapat? Di tahap keempat ini, perhatiannya mulai berkurang, lama-kelamaan hilang. Sebenarnya, ini bagus untuk kamu yang memang ingin membebaskan diri dari jebakan hubungan cinta terlarang ini. Tapi, balik lagi ke hati. Hati tidak pernah bisa kamu bohongi. Kehadirannya di tengah hati kamu yang kosong, ternyata lebih dari sekadar memberi kesan yang menyenangkan.

Pada tahap inilah kamu sudah menangis tersedu. Tinggal kamu sendiri yang berpikir. Siapa sebenarnya yang kamu tangisi, dia atau diri kamu sendiri?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here