Perhatikan 3 Hal Ini Jika Anda Ibu Rumah Tangga yang Ingin Kembali Bekerja

TIPS KARIER MODERN

Ibu Rumah Tangga Kembali Bekerja
Ilustrasi Ibu Rumah Tangga Kembali Bekerja. (Senivpetro/Freepik)

JOB-LIKE – Sejumlah ibu rumah tangga memutuskan ingin kembali bekerja setelah anak-anaknya tidak lagi minum Air Susu Ibu (ASI). Banyak hal yang menjadi dasar alasannya. Eksistensi, kepuasan aktualisasi diri, dan membantu perekonomian keluarga di antaranya.

Salah satu ibu rumah tangga yang bekerja kembali adalah Nia.

Perempuan 31 tahun itu juga ingin membantu perekonomian keluarga dengan kembali bekerja kantoran. Ternyata, keputusan ini tidak semudah dalam bayangan.

“Ketika anak sudah bisa ditinggal, saya memutuskan ingin kembali bekerja kantoran. Tapi ternyata banyak sekali hal yang harus dipikirkan. Sebab, saya tetap ingin berorientasi kepada keluarga,” kata Nia, warga Cilodong, kepada Job-Like, Sabtu (14/4/2018).

Perlu waktu beberapa saat untuk menimbang-nimbang konsekuensi jika ibu rumah tangga kembali bekerja.  Kini, dia sudah kembali bekerja di sebuah perusahaan swasta di Senayan, Jakarta Pusat.

Nah, jika Anda merupakan ibu rumah tangga yang ingin kembali bekerja seperti Nia, Job-Like merangkum ada 3 hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu

1. Anak

Berkomunikasi Dengan Anak

Bagi seorang ibu, anak adalah segalanya. Berat rasanya, ketika harus meninggalkannya untuk bekerja, minimal 7 jam Anda tidak bersamanya.

Pasti banyak pertanyaan di kepala ketika Anda memutuskan untuk kembali bekerja. Si kecil menangis tidak, ya? Bagaimana makannya? Siapa yang akan mengasuh?

Untuk hal ini, Anda harus berdiskusi dengan suami. Terlebih, jika selama ini pengurusan anak selalu dilakukan tanpa bantuan pengasuh.

Nia sendiri memberi tahu sang anak soal keinginannya kembali bekerja. Ini dilakukan agar anaknya tidak kaget karena tiba-tiba ditinggal dalam waktu yang lama.

“Saya sounding dulu ke anak, terus adaptasi sama yang mengurusnya,” ujarnya.

Baca Juga : Penasaran dengan Peran Creative Agency untuk Perusahaan Anda? Ini Ulasannya!

2. Masih Laku?

asumsi berdasarkan CV
sumber: dreamstime

Empat tahun tidak bekerja, masihkah ada perusahaan yang menerima? Kekhawatiran ini sangat lumrah, terlebih kemampuan jadi tidak terasah karena sibuk dengan urusan rumah tangga.

Agar kepercayaan diri Anda kembali lagi, lebih banyak membaca. Terutama yang terkait dengan bidang pekerjaan. Ini juga berguna untuk meningkatkan kembali kemampuan Anda.

Jangan lupa, bangun kembali link-link pertemanan agar mendapat info terbaru tentang bidang pekerjaan yang Anda incar. Siapa tahu mereka memberikan info tentang lowongan di tempatnya bekerja.

3. Restu Suami

Restu suami merupakan bagian yang terpenting dari rencana Anda kembali bekerja kantoran. Ketika restu didapat, Anda bisa mendiskusikan terkait pembagian waktu dan tugas rumah tangga. Termasuk soal pembagian keuangan.

Yakinkan kepadanya, keluarga tetap prioritas, Anda pun harus menepati janji tersebut ketika sudah kembali bekerja

Ini juga akan memperlancar pekerjaan nantinya. Beban karena keberatan atau protes dari suami pun hilang.

Jangan lupa saran dari dia ketika sudah mendapat restu, agar suami tetap merasa dibutuhkan meski Anda ibu rumah tangga kembali bekerja. Anda pun bisa mendapat masukan dari suami, lebih baik bekerja di perusahaan mana dan akan meminta gaji berapa.

Be the first to comment

Beri komentar Anda tentang artikel ini