IDN Times: Menggaet Pembaca Muda Lewat Kreativitas Konten

IDNTimes: Menggaet Pembaca Muda Lewat Kreatifitas Konten
Source: thesihe

IDN Times didirikan oleh kakak-beradik Winston dan William Utomo. Website IDN Times memuat beragam jenis artikel.

IDN Times.com bukanlah media mainstream layaknya Kompas.com, Tempo.co atau Detik.com. Namun di kalangan generasi milenial, popularitas IDN Times tidak perlu diragukan lagi. Penyajian konten yang berbeda menjadi salah satu resep keberhasilannya. Selain itu, lewat kombinasi kategori konten dan strategi distribusi yang diterapkan membuat portal berita untuk anak muda ini semakin berkembang.

IDN Times berawal dari sebuah artikel karya Winston Utomo yang menjadi viral di platform media sosial. Dari kejadian itu, Winston bersama adiknya, William, mencoba membangun sebuah website yang memuat beragam jenis artikel.

Artikel IDN Times

Artikel-artikel yang dimuat di IDNTimes adalah artikel yang topiknya sedang tren di berbagai kategori seperti misalnya, politik, ekonomi, olahraga, dan lifestyle. Artikel-artikel tersebut juga worth-sharing, tapi tetap relevan dengan segmen pembacanya. IDN Times memilih anak muda sebagai target pembaca..

Artikel IDNTimes
Foto: idntimes

Website yang bernaung dibawah bendera IDN Media ini juga menawarkan kreativitas konten untuk menarik pembaca. Seperti misalnya, mengkorelasikan kasus terbunuhnya Mirna oleh Jessica dengan kisah di komik Detektif Conan. Sedangkan untuk distribusi kontennya, perusahaan ini juga memilih beberapa platform yang efisien untuk mendistribusikan artikel. Diantaranya adalah Facebook, Google, dan LINE.

Dua tahun setelah didirikan, yakni pada tahun 2016, pertumbuhan pembaca IDN Times cukup signifikan. Saat itu, pembaca IDN Times sudah mencapai 13 juta pembaca. Terbukti tidak lama kemudian, IDN Media mendapatkan suntikan dana dari beberapa pemodal ventura. Di antaranya adalah North Base Media, East Ventures, GDP Venture, dan MNM Creative.

Di tahun 2016 pula, IDN Times sudah memiliki 60 karyawan yang berkantor di dua lokasi yakni Surabaya dan Jakarta. Agar nuansa kreativitas tetap terjaga, IDN Times tidak mengharuskan karyawannya menggunakan seragam. Perusahaan juga menyediakan sarana permainan seperti meja pingpong dan mesin kopi agar karyawan tidak jenuh, selalu memiliki ide-ide baru serta mampu menyajikan konten yang segar.

Baca Juga: Kumparan: Merombak Khasanah Portal Berita Lewat Tampilan Kekinian

Foto: idntimes

Selanjutnya IDN Media berekspansi dengan membangun lini usaha baru. Di antaranya adalah Popbela, Popmama, IDN Creative, dan IDN TV. Popbela dan Popmama masing-masing merupakan website yang memuat beragam artikel seputar dunia wanita dan ibu muda. IDN Creative adalah agensi periklanan penyedia iklan atau kampanye kreatif. Sedangkan IDN TV memuat konten-konten video. Selain lini-lini usaha tersebut, terdapat pula beberapa lini usaha lainnya.

Dari sisi penulisan, IDN Media juga merangkul para penulis di sebuah wadah yang bernama IDN Times Community. Pada awal 2017, jumlah penulis IDN Times mencapai hampir 60,000 orang. Saat ini tercatat ada sekitar 1000 penulis baru mendaftar dalam setiap minggunnya. Perusahaan ini menargetkan untuk merangkul 10 juta penulis di IDN Times Community.

Untuk jumlah pembaca, saat ini jumlah pembaca IDN Times telah mencapai 2,5 juta hingga 2,8 juta perhari. Perusahaan penyedia layanan analisis data marketing, ComScore, mencatatkan IDN Times berhasil masuk di 3 besar media digital nasional. Untuk media yang belum lama berdiri dan menyasar anak muda, pencapaian ini tentunya patut diacungi jempol.

Beri komentar Anda tentang artikel ini