Ini Caranya Menulis Iklan Lowongan Kerja yang Menarik Kandidat Milenial dan Generasi Z

iklan lowongan kerja
Sumber : pandologic

Setiap perusahaan ingin menarik talenta-talenta yang muda dan berbakat. Namun, para perekrut yang berpengalaman tahu bahwa apa yang efektif sepuluh tahun lalu tidak memiliki hasil yang sama hari ini. Setiap generasi punya bahasa cintanya sendiri ketika bicara masalah pekerjaan, dan karena itulah, generasi milenial dan Z merespon iklan lowongan kerja dengan cara yang berbeda dengan generas-generasi di atasnya.

Bagi HRD dan perusahaan, belajar menulis iklan lowongan kerja yang mampu menarik karyawan muda di bursa kerja hari ini sangat kritis untuk bisa mendapatkan kandidat terbaik. Lantas, bagaimana caranya?

Menulis Iklan Lowongan Kerja yang Menarik Generasi Muda

Pahami Apa yang Mereka Pedulikan

resume untuk karir baru
Sumber : bestofme

Bagi para karyawan muda, CSR atau bentuk-bentuk pelayanan lainnya sifatnya sangat penting. Bahkan, berdasarkan penelitian LiveCareer, ditemukan bahwa para milenial dan generasi Z menganggap bahwa kerja-kerja relawan merupakan hal yang sangat mereka pedulikan. Generasi Z bahkan menyertakan kerja relawan dir esume 38% lebih sering dari Milenial, 140% lebih sering dari Generasi X, dan 420% lebih sering dari Baby Boomers.

Generasi muda juga lebih tertarik pada perusahaan yang menawarkan kesempatan kerelawanan. Misalnya, mayoritas milenial bilang bahwa komitmen perusahaan terhadap lingkungan dan sosial adalah pertimbangan besar ketika menentukan dimana mereka akan bekerja. Karena itulah, saat menulis iklan lowongan kerja, HRD seharusnya tidak hanya menyertakan syarat dan kualifikasi, tetapi juga menyebutkan tentang program CSR atau kerelawanan perusahaan.

Baca Juga: Waspada Bentuk Penipuan Berkedok Lowongan Kerja yang Sedang Marak saat Ini

Fokus pada Pembelajaran Masa Depan

menulis resume pertama
sumber: clickseed

Kecocokan budaya dan memiliki pekerjaan yang bertujuan sangat penting bagi milenial. Karena itu, tulislah iklan lowongan kerja yang menyoroti apa yang membuat perusahaan Anda unik dibanding yang lain jika ingin menarik talenta-talenta ini. Ketika menulis iklan ini, tanyakan kepada diri Anda sendiri mengenai apa yang istimewa tentang organisasi tersebut, dan bagaimana cara orang-orang yang mengisi posisi tersebut bisa berkontribusi terhadap masa depan perusahaan? Selain itu, keahlian atau kesempatan profesional apa yang akan ditawarkan kepada orang yang mengisi posisi tersebut?

Jika ada, detailkan kesempatan pengembangan profesional Anda. Misalnya, penggantian biaya pengajaran, waktu libur untuk mengikuti kursus online, pelatihan manajemen, dan kesempatan lain bisa menarik karyawan-karyawan muda untuk mengembangkan karir mereka. Jika perusahaan Anda masih belum memiliki program-program seperti ini, pertimbangkan untuk mulai mengimplementasikannya. Ini bukan hanya akan menarik talenta segar yang berkualitas, tetapi juga pada dasarnya sangat baik bagi perkembangan perusahaan dan setiap karyawan yang bekerja di dalamnya.

Perhatikan Keahlian yang Bisa Ditransfer, Bukan Lama Pengalaman

Sumber: pab

Ingatlah bahwa milenial ada di dunia kerja tidak lebih dari sepuluh tahun, sedangkan generasi Z baru saja mulai. Jadi ketika Anda menulis iklan lowongan kerja untuk merekrut para kandidat ini, fokuslah pada keahlian, bukan pengalaman kerja. Banyak dari karyawan ini akan memiliki soft skill dan hard skill yang berharga, sedangkan pengalaman akan didapatkan seiring waktu sembari bekerja.

Jadi, jangan membahas persyaratan kerja yang mungkin tidak akan dimiliki kelompok usia ini, seperti tahunan pengalaman, atau pengalaman menggunakan program atau mengimplementasikan strategi yang sangat spesifik.

Nama Jabatan yang Blak-Blakan

menulis deskripsi pekerjaan
Sumber : cv-library

Perusahaan yang ingin mempekerjakan para karyawan milenial dan generasi Z seringkali salah paham dengan menciptakan nama-nama jabatan yang mereka pikir akan menarik para karyawan muda. Sayangnya, bukannya terdengar keren, justru ini bisa malah berdampak buruk.

Nama posisi dengan kata-kata seperti “wizard,” “guru,” atau “rock star,” bukannya menarik generasi muda, justru dianggap tidak jelas. Selain itu, karena kini pencarian kerja biasa dilakukan online, maka sebaiknya Anda menulis nama jabatan yang mudah ditemukan saat para kandidat melakukan pencarian di internet menggunakan kata kunci untuk iklan lowongan kerja yang mereka minati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here