SOP Terlalu Ketat Bikin Karyawan Lelah dan Kabur, Pernah Mengalaminya?

Standard Operating Procedure (SOP) adalah aturan yang berlaku di perusahaan untuk memastikan semua proses kerja berlangsung secara tepat. Keberadaan SOP memang penting bagi seluruh karyawan. Namun, SOP terlalu ketat malah membuat karyawan lelah dan kabur.

Seperti apa sih kegelisahan karyawan bila menghadapi SOP yang terlalu ketat selama bekerja?

Contoh SOP Terlalu Ketat yang Diberlakukan di Perusahaan

Ada banyak sekali contoh SOP terlalu ketat yang diberlakukan di sejumlah perusahaan, misalnya:

  • Karyawan tidak boleh mengakses smartphone saat jam kerja.
  • Bonus bulanan akan hilang bila karyawan terlambat datang ke kantor.
  • Izin sakit akan berimbas pada pemotongan gaji.
  • Larangan menikah dengan rekan kerja.
  • Cuti hamil hanya berdurasi satu bulan.
  • Ijazah karyawan akan ditahan selama masa kerja berlangsung.
  • Urusan cuti harus diajukan sebulan hingga dua minggu sebelumnya.

Baca Juga: Manajemen Konflik Berikut Ini Wajib Anda Miliki Ketika Bekerja

SOP Rentan Meningkatkan Turnover Karyawan

Tak dapat dipungkiri bahwa SOP terlalu ketat adalah salah satu penyebab peningkatan turnover karyawan. Karyawan yang tak tahan dengan SOP tersebut akan memilih mengundurkan diri dan mencari pekerjaan di tempat lain. Hal ini tentu sangat disayangkan, terutama bila karyawan yang resign tergolong tenaga kerja yang potensial bagi perusahaan.

Inilah yang membuat beberapa perusahaan besar memiliki tingkat turnover tinggi dan sering membuka lowongan kerja besar-besaran. Perusahaan butuh banyak tenaga kerja baru untuk menggantikan sejumlah karyawan yang resign secara hampir bersamaan.

Bagaimana Caranya agar Karyawan Nyaman Bekerja?

Penerapan SOP di perusahaan memang sangat penting untuk mengatur kinerja dan pencapaian karyawan. Namun, bukan berarti perusahaan boleh memberlakukan SOP terlalu ketat sehingga karyawan merasa terkekang. Alangkah lebih baik bila perusahaan memperhatikan beberapa hal penting ini untuk membuat karyawan terbaik betah bekerja dan semakin berdedikasi:

  • Perusahaan wajib mengevaluasi SOP secara berkala. Poin-poin yang masih relevan dan bermanfaat bisa dipertahankan, sedangkan poin SOP yang memberatkan karyawan sebaiknya direvisi dan disesuaikan dengan perkembangan zaman.
  • Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan tidak terkesan terlalu formal. Hal ini sudah mulai dilakukan oleh sejumlah perusahaan besar dan startup yang peduli terhadap kepuasan kerja karyawan.
  • Alih-alih memberikan sanksi pada karyawan yang melanggar SOP, perusahaan sebaiknya memberi apresiasi besar kepada karyawan yang berprestasi dan selalu mematuhi SOP. Penghargaan tersebut akan memicu timbulnya persaingan sehat antar karyawan.

Sudah bukan zamannya lagi bekerja setengah mati karena SOP terlalu ketat. Jadi, pilihlah pekerjaan yang membuat kamu bahagia dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here