4 Imbauan Polri Usai Teror Bom Surabaya-Sidoarjo

Ilustrasi Teror Bom
Designed by Freepik

Sejumlah teror bom terjadi di sejumlah wilayah pascatragedi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Bom bunuh diri meledak di tiga gereja, di rusunawa di Sidoarjo, dan Mapolrestabes Surabaya.

Semenjak itu, masyarakat seolah ketakutan dan curiga dengan benda-benda tak bertuan.

“Hari-hari ini adalah hari prihatin karena sampai tadi pagi, masih ada kejadian di Polrestabes Surabaya. Kejadian ini untuk jadi perhatian kita supaya lebih waspada lagi,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, di Mabes Polri, Jakarta.

Polisi juga mengamankan sejumlah orang di beberapa kota. Mereka diduga anggota jaringan Jamaat Ansharut Daulat (JAD).

JAD merupakan representasi dari ISIS, organisasi radikal di Suriah. Mereka juga telah mengklaim menjadi dalang dari keributan di Mako Brimob hingga teror bom di Jawa Timur.

Oleh karenanya, Polri mengeluarkan empat imbauan agar kepanikan masyarakat tidak bertambah.

Baca Juga: Menteri Agama: Awal Ramadan Jatuh pada 17 Mei 2018

  1. Agar masyarakat tetap tenang. Sekali lagi masyarakat tetap tenang tanpa mengurangi kewaspadaan, tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa. Tetap melakukan penjagaan di lingkungan masing-masing. Polri tetap akan melakukan kewajiban sebaik-baiknya untuk melindungi masyarakat dan melakukan penindakan.
  2. Kami dari Mabes Polri mengharapkan agar masyarakat tetap waspada, khususnya terhadap berita-berita tidak jelas yang dikirim oleh sumber-sumber tidak jelas, apa yang disebut hoaks. Kami imbau untuk tidak membagikan, men-sharing atau posting kembali yang dapat berakibat terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan.
  3. Marilah kita bersama-sama menjadikan terorisme musuh bersama. Kita bersama-sama berani melawan terorisme. Mengimbau agar masyarakat tidak mem-posting foto atau video yang menggambarkan kekerasan. Kalau sekarang ada di HP masing-masing, saya mohon agar dihapus.
  4. Setyo mengimbau agar masyarakat melaporkan ke polisi jika ada hoaks atau informasi tentang orang/benda mencurigakan. “Kalau ada informasi coba dikonfirmasi. Kalau ada di Ibu Kota ya ke Polda Metro atau Mabes Polri atau ke polda masing-masing,” kata Setyo. Menurut dia, masyarakat juga bisa cek mandiri melalui media massa. Cek dulu apa ada di media mainstream atau tidak. Kalau di media mainstream tidak ada, sudah pasti itu hoaks.

Be the first to comment

Beri komentar Anda tentang artikel ini