Mengenal Ciri Lingkungan Kerja Toxic yang Rentan Bikin Stres Kerja

Semua lingkungan kerja pasti memiliki dinamika tersendiri. Tak ada lingkungan kerja yang benar-benar sempurna. Namun, bukan berarti kamu mesti bertahan di lingkungan kerja toxic yang membuatmu stres kerja dan tidak memperoleh apresiasi yang sebanding dengan kontribusimu.

Mulai sekarang, kamu harus lebih cermat mengenali ciri-ciri lingkungan kerja toxic supaya kamu bisa menentukan langkah antisipasi yang tepat:

Komunikasi yang Buruk dengan Anggota Tim

Hal yang paling sering mencerminkan lingkungan kerja toxic di tempat kerja adalah komunikasi yang buruk. Bila hal ini terjadi di lingkungan kerjamu, kemungkinan besar banyak ketidakjelasan informasi yang disampaikan atasan, rekan kerja, maupun bawahan.

Akibatnya, gangguan komunikasi tersebut akan menghambat pekerjaan dan menimbulkan kesalahpahaman. Jika dibiarkan terus menerus, tim kerja akan gagal berkolaborasi sehingga tujuan perusahaan pun sulit dicapai.

Baca Juga: Hati-Hati! Toxic Productivity Berisiko Mengganggu Keseimbangan Hidupmu

Munculnya Kubu-Kubu Tertentu

Lingkungan kerja toxic juga ditandai dengan kemunculan kubu atau geng yang membuat karyawan atau pihak lain cenderung dikucilkan. Biasanya geng di lingkungan kerja cenderung individualistis, suka bergosip, dan rentan menyalahkan pihak lain.

Tak jarang pula kemunculan geng ini menyebabkan konflik personal yang membuat situasi lingkungan kerja semakin tidak kondusif.

Timbulnya Budaya Kekerasan atau Pelecehan

Kekerasan dan pelecehan tak boleh dibiarkan terjadi di lingkungan kerja. Relasi kuasa yang dimiliki atasan tidak boleh menjadi alasan untuk berbuat semena-mena kepada bawahan atau rekan kerja.

Jika kekerasan dan pelecehan dibiarkan berlarut-larut, maka lingkungan kerja toxic akan mempengaruhi kenyamanan kerja. Selain membuat performa kerja karyawan menurun, turnover karyawan pun rentan meningkat.

Peraturan Perusahaan Tidak Adil

Ciri lingkungan kerja toxic juga mengacu pada peraturan perusahaan yang tidak adil. Diskriminasi gender atau senioritas biasanya membuat peraturan perusahaan jadi berat sebelah hingga merugikan pihak tertentu di lingkungan kerja.

Jangan sampai kamu diperlakukan tidak adil dan tidak mendapatkan apresiasi setimpal dari perusahaan. Kontribusimu dalam bekerja patut dihargai secara pantas karena kamu punya hak yang sama dengan karyawan lain.

Banyak Karyawan Resign

Salah satu ciri lingkungan kerja toxic yang paling menonjol adalah banyak karyawan resign, terutama bila keputusan resign dilakukan bersamaan atau dalam waktu berdekatan. Karyawan yang sudah tidak nyaman dengan lingkungan kerjanya cenderung memutuskan resign agar bisa pindah kerja ke tempat yang lebih baik. Tingkat turnover karyawan di perusahaan pun semakin tinggi dan perusahaan gencar melakukan proses rekrutmen.

Bila kamu sedang berada di lingkungan kerja yang kurang nyaman, jangan ragu untuk resign dan mencari rezeki di tempat yang lebih baik. Kamu berhak mendapatkan apresiasi terbaik bila selalu bekerja secara profesional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here