Kembangkan Karier Lewat International Mobility, Gimana Caranya Ya?

Tak ada satu orang pun yang menginginkan kariernya stagnan. Berjalan di tempat tanpa adanya jenjang karier dan kesempatan untuk mengembangkan skill. Peluang untuk kembangkan karier menjadi indikator bahwa seseorang telah melakukan tugasnya dengan baik. Jadi, wajar saja bila karyawan “haus” akan apresiasi kerja.

Kenaikan gaji acap menjadi bentuk penghargaan bagi karyawan berprestasi. Namun, gaji bukan apresiasi tunggal yang bisa diberikan perusahaan. Sudahkah perusahaan kamu memberikan apresiasi berupa program international mobility, misalnya?

Program international mobility adalah bentuk apresiasi yang memberikan kesempatan emas bagi karyawan untuk mengembangkan kemampuan dan kompetensinya di luar negeri. Melalui international mobility, karyawan juga berpeluang memperluas networking yang akan bermanfaat bagi kariernya di masa depan.

Apresiasi berupa international mobility ini diwujudkan Generali Indonesia. Kesempatan emas untuk bekerja di perusahaan regional atau cabang Generali di seluruh dunia diberikan kepada karyawan. Salah satunya, Ferdyan Muharram yang tengah melebarkan kariernya di Hong Kong.

Baca Juga: Fresh Graduate Langsung Ditarik Perusahaan Asuransi Besar? Bisa Kok…

Ferdyan Muharram (ketiga dari kanan) bersama rekan-rekan barunya di Generali Hong Kong. (FOTO: dok. Generali)

Ferdyan resmi bergabung dengan perusahaan cabang Generali Hong Kong sejak awal Oktober ini. Ia berperan sebagai leader sebuah proyek actuary untuk enam bulan ke depan. Menjalani international mobility disebut Ferdyan sebagai impiannya sejak bergabung dengan Generali Indonesia.

“Saya membidik international mobility sejak bertemu dengan Chief Actuary asal Australia yang datang ke Jakarta di awal karier saya. Saya mengorek informasi darinya, dan terus meng-update apakah sudah ada lowongan di Generali regional atau branch,” ucap Ferdyan.

Bukan waktu yang singkat bagi Ferdyan untuk mewujudkan impiannya. Enam tahun ia menanti, namun ia sumringah karena mendapatkan izin untuk menjalani international mobility bersama istri dan kedua anaknya. Ia pun tak perlu repot mencari tempat tinggal karena Generali telah memfasilitasi semua keperluannya selama di Hong Kong.

“Saya sempat khawatir karena akan jauh dari keluarga. Tapi, setelah berdiskusi dengan atasan, saya diizinkan untuk berangkat bersama keluarga. Istri saya yang kebetulan kerja di Generali juga mendapatkan izin unpaid leave,” ujar Ferdyan.

“Selain itu, saya juga merasa gugup apakah saya akan bisa menjawab ekspektasi teman-teman di sana (Hong Kong, red). Ini sebuah tantangan. Saya sudah hampir enam tahun di Generali dan sudah dua kali pindah divisi, dan di Hong Kong saya akan pindah divisi lagi. Saya akan menghadapi sesuatu yang baru secara teknis dan budaya,” tuturnya.

Dua kali pergantian jalur karier yang dilakukan Ferdyan tak terlepas dari dukungan Generali yang selalu mendengarkan aspirasi karyawannya. Ferdyan mengawali kariernya di Generali sebagai Supervisor Actuarial Pricing, lalu empat tahun berselang ia pindah ke Actuarial Project.

Tak puas hanya menguasai tentang actuary, Ferdyan mengaungkan aspirasinya untuk belajar mengenai pengembangan produk. Keinginannya dijawab pihak manajemen yang kemudian memercayainya sebagai Manager Product Development.

“Saya mencoba untuk menantang diri belajar sesuatu yang baru. Ketika posisi Product Development lagi kosong, saya pindah. Setelah tujuh tahun berkutat dengan angka, saya ingin mencoba sisi marketing. Saya men-challenge diri untuk keluar dari zona nyaman,” ceritanya.

Apresiasi serupa dirasakan Suzwamela Zawawi yang mendapatkan dukungan besar dari manajemen untuk kembangkan karier dan skill melalui tantangan-tantangan proyek baru, termasuk kesempatan dirinya melakukan international mobility di Italia.

Baca Juga: Morning Inspiration, Memotivasi Karyawan Generali Bermimpi Lebih Tinggi

Generali Memastikan Karyawan sebagai Aset Penting Perusahaan

Setelah Ferdyan hijrah ke Hong Kong, pertengahan November ini Suzwamela akan menjalani proyek baru bersama divisi Product Development Generali Italia yang berlokasi di kota Mogliano Veneto. Program international mobility bukan kali pertamanya ia mendapatkan peluang untuk kembangkan karier di Generali,

Selama 10 tahun berkarier bersama Generali, ia merasakan besarnya peran manajemen yang menjadikan karyawan sebagai aset penting perusahaan melalui program-program pengembangan skill. Sebelumnya, Suzwamela mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan Sarjana-2 di dua universitas.

“Generali memberikan kesempatan belajar sepuasnya. Generali mengerti kebutuhan karyawan. Saya yang haus project, misalnya, selalu ditenggalamkan ke project. Perusahaan berani mengambil keputusan supaya karyawan merasakan hal yang baru. Karyawan didorong untuk melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahannya,” tuturnya.

Melalui program international mobility di Italia, Suzwamela bertekad membuktikan dirinya sebagai seorang wanita Indonesia untuk berprestasi di Italia. Sementara itu, Ferdyan mengapungkan mimpi untuk membuka peluang kerja permanen bersama Generali Hong Kong.

Join Us Now!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here