Tips Menghadapi Interview Kerja Setelah Anda Berhenti Bekerja karena Ingin Fokus pada Keluarga

berhenti bekerja
Sumber: Thebalance

Berhenti bekerja karena keperluan keluarga sudah menjadi hal umum, khususnya untuk kaum wanita. Biasanya, ia harus berhenti bekerja karena harus merawat anak yang masih kecil. Namun, setelah dapat meninggalkan anak-anak, ia ingin bekerja lagi. Kebutuhan hidup memaksa wanita untuk membantu menambah penghasilan keluarga. Nah, jika Anda salah satu di antara wanita yang terpaksa berhenti bekerja karena alasan harus mengurus rumah tangga, ada tips yang dapat Anda ikuti saat mengikuti interview kerja sekaligus untuk menjawab pertanyaan kenapa harus meninggalkan pekerjaan terdahulu.

Tips Menjawab Pertanyaan Mengapa Berhenti Bekerja

Lakukan Riset Terlebih Dulu

Luangkanlah waktu untuk mempelajari perkembangan terkini mengenai industri yang menjadi fokus Anda sebelum membuat jadwal interview kerja. Salah satu kekhawatiran utama yang dimiliki oleh pengusaha pada orang yang kembali bekerja setelah lama beristirahat adalah skill dan pengetahuan mereka seperti berkarat.

Bila Anda perlu 5 tahun untuk membesarkan anak Anda hingga cukup umur untuk sekolah, kemungkinan Anda akan ketinggalan berita. Untuk itu, kunjungilah perusahaan atau asosiasi tempat Anda akan mengajukan lamaran kerja sehingga Anda bisa mendapatkan tren dan produk terbaru. Anda juga dapat berbicara pada rekan kerja terdahulu mengenai perkembangan terbaru dan praktik terbaik untuk sektor yang Anda tekuni.

Lakukan Pendekatan

hasil wawancara kerja

Jangan merasa malu dengan fakta bahwa Anda telah mengambil waktu cuti untuk membesarkan anak Anda. Meskipun studi telah menunjukkan bahwa perkembangan sosial dan emosi anak muda tidak terpengaruh secara signifikan jika kedua orangtua bekerja, namun beberapa keluarga memutuskan jika salah satu orang tua lebih baik tinggal di rumah sampai anak cukup umur untuk sekolah.

Jujurlah saat menjelaskan alasan Anda untuk tinggal di rumah bersama anak Anda. Akui jika Anda ingin membuat tahun-tahun emas anak Anda bisa dipantau oleh Anda. Jika bagian dari keputusan untuk meninggalkan pekerjaan terdahulu didasarkan pada faktor ekonomi, seperti tingginya biaya penitipan anak, Anda juga bisa mengakuinya. Beberapa pengusaha biasanya dapat menganggap keputusan Anda mengagumkan.

Baca Juga : Bocoran Menjawab Pertanyaan Mengapa Harus Menerima Anda dalam Wawancara Kerja

Jelaskan Pengalaman Anda

Sumber: lifestyle.bisnis

Saat melakukan interview kerja, katakanlah kepada pewawancara apa yang telah Anda lakukan saat Anda jauh dari tempat kerja. Berusahalah untuk mengaitkan pengalaman Anda dengan pekerjaan yang Anda lamar. Sorot hal-hal lain yang telah Anda lakukan di luar membesarkan anak Anda, seperti belajar bahasa baru, atau mengikuti kurus komputer, atau keuangan.

Keterampilan semacam itu akan menjadi sebuah bonus bagi banyak pengusaha. Jelaskan bahwa faktanya Anda adalah orangtua yang diberikan perspektif berbeda mengenai hidup karena Anda akan sanggup bekerja. Sebagai contoh, jika Anda mencari pekerjaan untuk departemen marketing perusahaan untuk melayani keluarga, Anda bisa membawa banyak pengetahuan dan pengalaman mengenai bagaimana tinggal di rumah.

Rencana Masa Depan

Sumber: Myoptimalcareer

Agak sedikit merepotkan untuk memberi jawaban saat pewawancara bertanya bagaimana Anda akan mengatur penitipan Anda saat Anda ditawari pekerjaan. Namun jika Anda diberikan pertanyaan tersebut, ungkapkan dengan jujur bahwa Anda berkomitmen untuk bekerja dan akan berusaha untuk menyeimbangkan antara tugas kantor dan keluarga.

Sebagai seorang ibu, tentu saja Anda tidak bisa mengacuhkan saat anak sakit. Sebagian besar perusahaan juga memaklumi hal tersebut, sehingga yang perlu Anda lakukan adalah berbicara terbuka akan rencana masa depan Anda pada pekerjaan jika Anda diterima bekerja.

Mengikuti interview kerja bagi wanita yang lama tinggal di rumah dan ingin kembali bekerja terkadang membingungkan. Namun, saat Anda ditanya kenapa meninggalkan pekerjaan karena ingin membesarkan anak, Anda hanya perlu berkata jujur karena hampir sebagian besar perusahaan bisa memakluminya karena sekarang banyak wanita bekerja dan mandiri.