Intuitive Eating: Mengenal Cara Makan yang Mendatangkan Kebahagiaan

Salah satu penyebab seseorang gagal dalam menjalankan program diet adalah program tersebut terlalu ketat untuk dijalankan. Baik dari sisi jenis makanannya, maupun dari sisi jumlah makanan yang dikonsumsi. Kalau kamu tidak ingin menjalankan program diet yang terlalu ketat, tapi ingin badan tetap sehat, intuitive eating bisa kamu coba.

Apa sih sebenarnya intuitive eating itu? Intuitive eating atau makan dengan menggunakan intuisi, bukanlah sebuah program diet, melainkan salah satu cara mengonsumsi makanan. Oleh karenanya, cara makan yang satu ini tidak mengenal larangan mengonsumsi jenis makanan tertentu, kapan mengonsumsinya, atau bagaimana cara mengonsumsinya.

Pasalnya, tidak ada batasan berat atau ukuran badan yang dijadikan patokan keberhasilan. Seseorang yang punya berat badan 55 kg belum tentu lebih sehat dibandingkan pemilik berat badan 85 kg. Dengan kata lain, intuitive eating membuat seseorang menjadi bahagia saat menyantap makanan dan menjadi sehat karena kebahagiaan yang didapatkannya.

Intuitive Eating dan Mentalitas Diet

Intuitive eating merupakan cara mengonsumsi makanan yang diciptakan oleh dua orang ahli diet, yaitu Evelyn Tribole dan Elyse Resch. Cara makan ini mengenal beberapa prinsip mengonsumsi makanan. Salah satunya, yaitu menolak mentalitas diet.

Program diet selalu mengajarkan untuk mengonsumsi makanan tertentu, dalam jumlah tertentu pula. Konsep seperti ini haruslah dihilangkan jika ingin menggunakan intuisi saat mengonsumsi makanan.

Seseorang yang ingin menyantap makanan dengan intuisi harus menghargai rasa lapar. Setiap kali rasa lapar datang, kapanpun itu, cobalah untuk menghilangkannya dengan mengonsumsi makanan.

Namun, tetap pilihlah makanan yang digemari, lalu nikmatilah saat menyantapnya. Rasakan kepuasan dengan menikmati tekstur dan setiap cita rasa yang dimilikinya. Saat kenikmatan tersebut mulai berkurang, kamu jadi tahu kapan harus berhenti makan.

Baca Juga: Diet Dubrow: Alternatif Pola Hidup Sehat yang Tak Menyiksa

Berdamai dengan Semua Jenis Makanan

Bagi penganut intuitive eating, tidak ada makanan yang tidak boleh dimakan. Menolak salah satu jenis makanan justru memicu tubuh untuk mengonsumsinya secara berlebihan. Baik sebagai makanan pokok atau sebagai camilan.

Selain itu, jangan pula merasa bersalah setelah menyantap salah satu jenis makanan karena kandungan yang ada pada makanan tersebut. Semisal, setelah terlalu banyak menyantap nasi, tidak perlu merasa bersalah karena mengonsumsi karbohidrat berlebihan. Sebaliknya, jangan merasa bersalah kalau asupan protein terlalu sedikit.

Intuitive Eating bukan Obat Stres

Setiap orang bisa merasakan emosi negatif. Semisal, stres, bosan atau kesepian. Sadarilah bahwa makanan bukanlah pengobat dari segala jenis emosi negatif yang dirasakan. Dengan kata lain, makanlah jika tubuh merasa lapar, dan bukan karena adanya emosi yang negatif. Selain itu, saat menyantap makanan, berbahagialah karena bisa menikmati cita rasanya.

Bagi sebagian orang, intuitive eating bukanlah cara untuk menghilangkan berat badan. Tapi, cara ini bisa dijadikan pilihan kalau kamu ingin mendatangkan kebahagiaan untuk meningkatkan kesehatan. Bagaimana, kamu tertarik untuk mencobanya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here