Menurut OJK, Investasi Bodong dan Abal-Abal Tidak akan Pernah Hilang

investasi bodong
sumber: wordpress

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sarjito mengatakan, masyarakat harus terus mewaspadai keberadaan investasi bodong atau ilegal. Karena investasi semacam ini tidak akan pernah hilang dan akan terus bermunculan.

“Investasi ilegal sampai kapanpun itu enggak akan pernah hilang,” kata Sarjito kepada Kompas.com di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa 5 Desember 2017.

Sarjito: Ciri-ciri Investasi Bodong adalah dengan Memberikan Penawaran Imbal hasil yang Tinggi dan Tidak Wajar

Dikutip dari Kompas, Sarjito menegaskan, ciri-ciri dari investasi bodong adalah memberikan penawaran atau imbal hasil investasi yang tinggi dan diluar kewajaran, dengan demikian diharapkan masyarakat agar tidak tergoda ataupun mengikuti investasi bodong.

“Jangan sadarnya kalau sudah tertipu duluan, jadi masyarakat harus sadar duluan,” ungkap Sarjito.

Menurut Sarjito, sebagian besar penawaran investasi bodong bermula dari penawaran yang sangat menarik terkait imbal hasil, hal ini dilakukan guna memberikan daya tarik bagi masyarakat.

Baca Juga : Hati-hati! Inilah Ciri-ciri Investasi Abal-Abal dan Harus Anda Hindari

“Pokoknya saya bilang berkali-kali tidak ada ilmu lain kalau ada yang menawarkan sesuatu yang imbal hasilnya terlalu menarik, walaupun ada contoh-contohnya masyarakat harus curiganya lebih besar, karena yang sudah berjalan sekian tahun pun banyak yang tidak rasional, tapi dipercayai,” tegas Sarjito.

Sarjito mengatakan jika masyarakat menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 1500655, email konsumen@ ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

“Kami akan agresif sosialisasi kepada masyarakat di setiap kesempatan, jadi kami sisipkan di setiap kegiatan sosialisasi terkait investasi bodong karena dia tidak akan pernah hilang sepanjang kita masih pingin hal-hal yang terlalu menarik,” ujar Sarjito.

Berdasarkan data OJK, Satuan Tugas (Satgas) waspada investasi telah menghentikan kegiatan usaha 48 entitas sejak Januari hingga September tahun 2017. Selain itu, jenis investasi abal-abal sangat beragam, jadi diharapkan agar masyarakat waspada dengan tidak mudah tergiur. Demi kenyamanan, Sarjito menyarankan agar masyarakat melakukan investasi yang sudah jelas aman seperti melakukan investasi jenis deposito bank. Meskipun bunga yang ditawarkan kecil, tapi setidaknya hal ini sudah pasti aman. Selain itu, jangan lupa untuk menentukan bank mana yang sehat dan tidak. Menurut data, bank paling sehat di Indonesia ditempati oleh bank BCA, Mandiri, BNI, dan BRI.