Mau Berinvestasi Murah dan Mudah? Bibit Tawarkan Robot Reksadana

Reksadana merupakan instrumen bagi seseorang menginvestasikan penghasilannya. Namun, bagi mereka yang awam dengan reksadana, seringkali enggan untuk mempelajari atau mengawasi kinerja reksa dananya. Startup fintech Bibit menyediakan tool bagi mereka yang ingin berinvestasi di reksadana dengan cara mudah.

Tool yang ditawarkan Bibit adalah robot yang dapat menjaga risiko berinvestasi di reksadana, namun tetap memaksimalkan keuntungan lewat diversifikasi. Robot ini dikembangkan lewat penerapan teori modern portofolio yang diperkenalkan oleh Harry Markowitz.

Beli Reksadana Pakai Go-Pay, Gratis Biaya Transfer Unit

Bayar Pakai Go-Pay, Investasi Reksa Dana Cuma Rp 10 Ribu

Selain menawarkan robot yang kemampuannya sudah teruji, Bibit juga memiliki platform yang mudah digunakan. Mengingat, startup ini ingin memudahkan penggunanya dalam melakukan proses investasi. Proses pembukaan rekening juga tidak membutuhkan waktu yang lama.

Bibit menyediakan layanan investasi reksadana yang murah. Pengguna sudah dapat membuka rekening dengan dana Rp 10 ribu. Selain itu, jika membeli unit reksadana di Bibit melalui Go-Pay, pengguna tidak dikenai biaya transfer unit reksa dana. Normalnya, biaya transfer unit reksadana ditetapkan sebesar Rp 6.500. Sementara, dana investasi bisa dicairkan kapan saja.

Dukungan Manajer Investasi

Sebelum berinvestasi, Bibit akan mempelajari profil penggunanya. Hal ini untuk meningkatkan keamanan pengguna dalam berinvestasi. Selanjutnya startup ini akan memberikan masukan agar hasil investasi reksadana bisa optimal. Untuk menyajikan saran dan masukannya, Bibit telah menggandeng 10 manajer investasi.

PT Bibit Tumbuh Bersama juga telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian tingkat keamanannya semakin terjamin.

Startup Bibit Menyasar Milenial

Seperti dilansir CNBC Indonesia, Bibit sudah memiliki 5 ribu pengguna setelah dua pekan diluncurkan pada Februari 2019. Startup ini berharap bisa menggandeng 100-200 ribu pengguna hingga akhir tahun ini. Kemungkinan untuk mendapatkan lebih banyak pengguna masih terbuka lebar. Mengingat, penduduk Indonesia yang belum berinvestasi jumlahnya masih sangat besar. Selain itu, kalangan milenial sekarang juga semakin berminat untuk berinvestasi.

Baca Juga: Finansialku: Aplikasi Mudah Merencanakan Keuangan untuk Masa Depan

Bibit merupakan startup hasil akusisi startup fintech lainnya, yaitu Stockbit. Kalau Bibit menyediakan layanan investasi reksadana, Stockbit menyediakan layanan berinvestasi di pasar saham. Stockbit juga menyediakan wadah agar para investor saham bisa saling berbagi informasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here