Hindari! 5 Isyarat Nonverbal Saat Wawancara Ini Bisa Berakibat Buruk

Memberi isyarat nonverbal saat wawancara dapat memberi dampak positif dan negatif. Kamu harus memperhatikan body language dengan detail agar tidak keliru menyampaikan pesan pada rekruter.

Proses interview memang momen menegangkan. Namun jangan biarkan rasa gelisah mengagalkan wawancaramu. Bila kamu ingin menunjukan rasa percaya diri dan interest, hindari memberi isyarat nonverbal berikut ini saat wawancara kerja:

Mengetuk Kaki di Lantai

Isyarat nonverbal saat wawancara pertama yang perlu dihindari adalah mengetuk kaki ke lantai. Meski kamu merasa sangat gugup ketika menunggu giliran wawancara, atau ketika sedang berhadapan langsung dengan rekruter, berusahalah untuk bersikap tenang dengan menjaga kaki tetap diam. Mengetuk kaki ke lantai dapat menimbulkan suara yang cukup mengganggu.

Bahkan menggerakan kaki saja mampu mengalihkan perhatian meski rekruter tidak melihat kaki kamu, melainkan pergerakan tubuhmu. Untuk itu, cobalah untuk menyilangkan kaki di pergelangan kaki. Menyatukan pergelangan kaki akan membuat kamu sulit menggerakkan kaki.

Baca Juga: Cara Membaca dan Bereaksi Atas Body Language Pewawancara Saat Interview Kerja

Memposisikan Tubuh Tidak Menghadap ke Arah Rekruter

Ketika duduk, posisikan pinggul menghadap ke arah rekruter. Cara ini bisa membantu memposisikan seluruh tubuh kamu, termasuk bahu dan kepala ke arah orang tersebut.

Ketika postur kamu diarahkan ke arah orang tersebut, tubuh akan menunjukan ketertarikan dan ini bisa menjadi hal positif yang dapat ditangkap oleh rekruter.

Namun, kalau kamu duduk dengan pinggul miring, tubuh memberikan pesan berbeda. Jadi, cobalah untuk duduk dengan pinggul mengarah ke depan, meskipun kamu berhadapan dengan beberapa rekruter. Cukup gerakkan kepala untuk merespon pertanyaan rekruter lainnya.

Membuat Catatan Secara Berlebihan

Membuat catatan sambil mendengarkan paparan yang diberikan oleh rekruter tidak masalah, namun jangan berlebihan saat melakukannya. Kamu hanya perlu mencatat informasi yang akan menyita ingatanmu, tetapi jangan jadi juru tulis.

Dengarkanlah ucapan rekruter dan pastikan pastikan untuk melakukan kontak mata. Body language ini dapat menunjukan bahwa kamu tertarik dengan informasi yang diberikan dan kamu merasa percaya diri.

Ini adalah poin penting yang perlu kamu lakukan karena rekruter juga tidak merasa nyaman jika kamu terus membuat catatan sepanjang proses interview.

Menggigit Kuku

Rasa gugup dapat membuat seseorang menggigit kuku secara spontan. Bila kamu punya kebiasaan ini, jangan lakukan dan kontrol diri untuk melakukan apapun secara sadar agar rekruter menangkap pesan bahwa kamu percaya diri.

Sebagai solusi, genggam tangan dengan lembut di bawah meja dan letakkan di pangkuan. Atau, pegang pulpen sehingga fokus kamu teralihkan dari godaan mengigit kuku.

Namun, pastikan untuk tidak mulai mengetuk pena di atas meja atau di atas pangkuan karena bisa menyebabkan fokus teralihkan atau membuat gangguan.

Mengibaskan atau Terus-menerus Merapikan Rambut

Bila kamu berhijab, isyarat nonverbal ini mungkin tidak berlaku. Namun jika tidak, rapikan rambut sebelum masuk ke ruang interview. Jika kamu terus-menerus merapikan rambut saat interview, ini dapat mengungkapkan isyarat bahwa kamu gugup dan tidak fokus pada materi wawancara.

Dengan meminimalisir isyarat nonverbal saat wawancara, kamu akan terlihat sebagai kandidat yang penuh percaya diri. Semoga berhasil!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here