Sulit Konsentrasi di Open Office? Lakukan Ini untuk Jaga Fokus

Awalnya, gagasan untuk bekerja di open office dibuat untuk niat yang baik. Ide di balik floor plan ini untuk mendorong kolaborasi dan teamwork lebih kencang lagi dibandingkan suasana kantor dengan tembok yang memisahkan karyawan.

Desain ini juga membantu perusahaan menghemat space kantor yang diperlukan untuk mengakomodasi semua orang. Sayangnya, situasi di lapangan justru berbeda karena justru banyak karyawan yang bekerja di open office tidak bisa fokus. Bila Anda pun mengalaminya, Anda bisa terapkan beberapa tips berikut.

Cari Udara Segar

Ketika Anda harus bekerja di open office yang penuh dengan gangguan, terkadang cara terbaik untuk melepaskan penat adalah dengan berjalan beberapa menit ke luar agar pikiran kembali segar.

Saat mendapatkan udara bersih, ambilah napas dalam-dalam untuk mengembalikan fokus dari kelelahan mental di tempat kerja. Cara seperti ini pun dapat membuat Anda kembali melakukan pekerjaan dengan perspektif lebih segar hingga bisa meredakan stres.

Investasikan pada Headphone

Headphone pereda kebisingan akan menyelamatkan Anda ketika harus bekerja di open office. Headphone tidak hanya dapat membantu menghilangkan suara obrolan di kantor, tetapi juga menandakan kepada orang lain bahwa Anda sedang berusaha untuk bekerja.

Orang-orang cenderung tidak mengganggu saat melihat Anda memakai headphone ketika bekerja. Lebih jauh, penelitian yang dilakukan Cornell University pada 2016 menunjukkan bahwa musik “streamlined” dapat membantu meningkatkan fokus dan mood di tempat kerja, serta memberi Anda lebih banyak alasan untuk memutar lagu favorit.

Baca Juga: Strategi agar Betah Bekerja di Kantor Terbuka tanpa Perlu Berselisih dengan Rekan Kerja

Tetapkan Batasan

Barangkali tips terbaik untuk dapat bertahan bekerja di open office adalah dengan membangun batasan dengan orang-orang yang Anda di sekitar Anda. Tidak ada salahnya membiarkan orang tahu bagaimana Anda bekerja.

Blokir sekitar 1-2 jam sehari pada kalender Anda yang sepenuhnya didedikasikan untuk mengerjakan tugas. Bagikan kalender Anda dengan rekan kerja agar mereka tahu kapan Anda available atau tidak. Bisa jadi, Anda bukan satu-satunya orang yang berjuang dengan konsep open office.

Selain itu, Anda juga bisa membuat office plan untuk memberitahu rekan kapan Anda sedang sibuk. Ini bisa dilakukan, misalnya, dengan memasang tulisan ‘do not distrub’ ketika Anda sedang bekerja, atau minta semua teman di tim untuk mengoordinasikan satu jam bebas gangguan kerja.

Temukan Ruang Kerja Alternatif

Terkadang Anda akan kesulitan mencapai target kerja ketika harus bekerja di open office. Jika ini masalahnya, bicarakan dengan bos tentang menemukan ruang kerja alternatif yang dapat digunakan ketika Anda perlu serius untuk berkonsentrasi. Misalnya, di ruang konferensi pribadi selama beberapa jam.

Atau, kesempatan untuk bekerja dari rumah seminggu sekali, atau apapun saran dari manajer. Bila semuanya gagal, dapat selalu untuk minta pindah ke cubical office yang menghadap ke dinding. Cara ini seringkali dapat meminimalisir gangguan karena Anda tidak melihat semua orang di kantor ketika sedang bekerja.

Praktikan Toleransi

Setelah Anda menetapkan beberapa batasan, rekan kerja seharusnya dapat mengakomodasi kebutuhan akan privasi Anda. Tetapi, tidak ada yang sempurna. Respek dan toleransi berlaku dua arah di tempat kerja. Meskipun situasi ini mungkin tak ideal untuk Anda setiap saat, cobalah untuk melihat manfaat saat bekerja di open office.

Pahami bahwa mereka yang bekerja dengan Anda mungkin memiliki gaya komunikasi yang berbeda. Dengan mempraktikan toleransi, Anda dapat memfokuskan energi kembali pada pekerjaan yang ada di hadapan Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here