Tiga Tahun Bertahan, Jakmall.com Mendulang Profit Tanpa Investor

3 Tahun Bertahan, Jakmall Mendulang Profit Tanpa Investor
Reza Aggi Prasetyo, Co-Founder & Chief Marketing Officer

Teknologi yang terus bergerak maju, mendorong tumbuhnya perekonomian digital. Pertumbuhan perekonomian digital di Indonesia, ditandai oleh menjamurnya bisnis digital. Berbicara bisnis digital, tak terlepas dari istilah e-commerce. Sudah tidak asing lagi bukan jika mendengar “e-commerce” ?

Saking banyaknya e-commerce yang bermunculan di Indonesia, kita merasa tidak sempat untuk menengoknya satu per satu. Pergerakan e-commerce semakin lama kian cepat, berpacu oleh waktu dan perkembangan teknologi terbaru.

“Keseruan” berkompetisi dalam pertarungan digital, mendorong Reza Aggi Prasetyo, bersama enam rekannya mendirikan Jakmall.com. Jakmall.com merupakan sebuah e-commerce lokal yang mulai beroperasi pada 2016.

Jakmall.com mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda dari e-commerce lainnya yang sudah beroperasi lebih dulu. Berdasarkan pernyataan yang dituturkan oleh Reza selaku Chief Marketing Officer Jakmall.com, Jakmall.com mencoba menembus pasar Indonesia dengan value produk “lebih murah dan langsung dari pusatnya”.

“Persaingan banyak. Tentu kami harus memberikan value yang berbeda kepada konsumen yaitu memberikan harga lebih murah dan langsung dari pusatnya. Kami mencari barang dengan harga yang paling murah dari penjualnya,” kata Reza.

“Untuk menjadi penjual di Jakmall, juga tidak mudah. Harus melalui proses penyaringan yang cukup ketat, untuk memastikan ini bukan merupakan penipuan atau barang yang disediakan tidak asli. Jadi, kami harus memverifikasi dengan ketat agar tidak merugikan pembeli,” lanjutnya.

Sangat selektif terhadap penjual, membuat Jakmall.com hanya menjual produk-produk terpilih. Jika Jakmall.com menawarkan barang dengan harga paling murah, kemudian bagaimana dengan kualitasnya? Apakah dengan harga murah konsumen bisa mendapatkan produk terbaik?

“Kami menyiapkan beberapa fitur dalam platform seperti mencantumkan secara jelas keterangan garansi, fitur diskusi untuk produk yang memungkinkan konsumen melakukan pengecekan barang sebelum dikirim. Sehingga, barang yang dikirimkan dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya,” kata Reza.

Sebagai bisnis yang bermain dalam industri digital, Jakmall.com menyadari bahwa bisnis ini akan mati jika tidak dibarengi dengan inovasi dan penyegaran ide-ide dalam mengembangkan produk serta platform. Sebagai salah satu Co-Founder, Reza mengalami berbagai tantangan salah satunya perihal pendanaan.

3 Tahun Bertahan, Jakmall.com Mendulang Profit Tanpa Investor
Berpikir strategis merupakan cara startup keluar dari tantangan-tantangan yang umum dihadapi

Baca Juga : Per 1 April 2019 Transaksi E-Commerce Dikenakan Pajak

Secara terang-terangan, Reza menyatakan setelah dua tahun berdiri Jakmall.com baru mampu mendulang profit meski tidak disokong investor. Efisiensi baik dalam proses produksi maupun Sumber Daya Manusia, menjadi salah satu kunci keberhasilan Jakmall.com menjadi startup mandiri.

“Kami hanya mendapat investasi pertama dari angle investor. Targetnya dari awal kami tidak ingin terlalu bergantung pada pendanaan. Harus bisa profit dari awal. Sejauh ini, kami lebih mengedepankan kualitas yang berpatokan pada sistem IT karena ini bisnis digital. Sebagai startup, kami memperhatikan kebutuhan dan efisiensi dalam bekerja,” papar Reza.

“Bukannya mau menolak investor, kami sangat terbuka jika ada investor yang mau melakukan investasi di Jakmall. Tetapi, kami mau mendapatkan investor yang sesuai dengan value yang kami usung dan mau menjadi mentor kami agar bisa berkembang lebih baik.”

Hampir tiga tahun bertahan, pergerakan Jakmall.com sudah meliputi seluruh wilayah di Indonesia dan memiliki daerah mayoritas di Pulau Jawa dan Sumatera. Dalam jangka waktu dekat, Jakmall.com ingin mengembangkan penjualan reseller yang menjadi salah satu sumber revenue dalam bisnis e-commerce lokal ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here