Ini Alasan Karyawan Mengambil Jalan Pintas dalam Proses Kerja

proses kerja
Sumber : geekextreme

Seiring dengan perkembangan perusahaan Anda, kemungkinan besarnya, proses sudah ditetapkan untuk mengelola segalanya mulai dari alur kerja hingga produksi hingga penjadwalan. Proses kerja tersebut akan memastikan kualitas, keselamatan, kepuasan pelanggan, dan hasil-hasil lain. Namun, bahkan ketika proses tersebut sudah disempurnakan dan dibuat jadi operasi perusahaan, kadang-kadang karyawan masih mengambil jalan pintas atau mengabaikan proses kerja yang seharusnya. Hal ini bisa menyebabkan berbagai masalah mulai dari kurangnya produktivitas hingga masalah keselamatan.

Penasaran mengapa karyawan Anda sering mengabaikan proses kerja atau mengambil jalan pintas? Inilah beberapa alasan yang umum serta cara menanganinya.

Karyawan Mengabaikan Proses Kerja karena Alasan-Alasan Berikut

Mereka Tidak Memahami Proses Kerja Tersebut

pertanyaan tentang target karir
Sumber: objectif-argent

Pengalaman karyawan kini menjadi sebuah faktor yang kritis dalam bernavigasi di pasar tenaga kerja yang ketat. Karyawan ingin memahami tujuan dari jabatan mereka dan mengapa mereka menghabiskan waktu mereka dengan cara-cara yang ditentukan. Sebuah studi yang diselenggarakan pada tahun 2006 oleh Washington University menemukan bahwa karyawan akan lebih cenderung akan mengambul jalan pintas jika mereka tidak memiliki gol yang jelas.

Baca Juga: Rahasia Mempertahankan Milenial yang Harus Diketahui Setiap HRD

Untuk masalah ini, Anda dan pemimpin perusahaan perlu memastikan bahwa setiap anggota tim memahami “apa” dan “mengapa” dari kerja mereka. Ini dimulai dengan memperjelas betapa pentingnya mematuhi proses kerja yang sudah Anda. Jelaskan bagaimana proses tersebut berkontribusi pada perusahaan, misalnya dengan meningkatkan keselamatan atau kualitas produk. Pastikan juga karyawan mendapatkan pelatihan yang menyeluruh. Lalu, buat checklist dan adakan rapat evaluasi berkala untuk memastikan bahwa karyawan tidak melewatkan langkah yang bisa mempengaruhi proyek secara keseluruhan.

Mereka Mengira Mereka Tahu yang Lebih Baik

pindah kota untuk pekerjaan
Sumber : monster

Ketika karyawan ada di barisan depan, biasanya mereka akan memiliki pemahaman yang baik mengenai bagaimana cara mereka menjalani pekerjaan. Dan ketika sebuah proses kerja dirasa sia-sia atau tidak efisien, mereka mungkin akan melangkahi atau mengubah langkah karena mereka merasa mereka tahu bagaimana cara melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Bisa jadi juga mereka benar. Seringkali, proses kerja mungkin mengharuskan upaya ganda, berselipan, atau jadi terlalu kompleks. Birokrasi bisa membuat semuanya makin buruk.

Di sinilah dimana karyawan bisa jadi penasehat yang sangat berharga. Pemimpin harus memetakan proses secara teratur, menantang ketidakefisiensian dan langkah-langkah yang sia-sia, serta menguji cara-cara untuk melakukan hal-hal baru. Kumpulkan masukan dari karyawan yang diharapkan mengikuti berbagai proses serta mereka yang terpengaruh proses kerja tersebut.

Mereka Ingin Lebih Cepat

kenaikan jabatan
sumber: kumparan

Proses kerja juga bisa memperlambat bagaimana cara melakukan pekerjaan. Bagi karyawan yang berfokus pada perkembangan yang cepat, atau yang kelabakan dengan beban kerjanya, menghemat waktu bisa jadi insentif yang kuat untuk melompati beberapa tahapan proses kerja atau mengabaikannya begitu saja.

Untuk menyelesaikannya, sebagai HRD, pastikan bahwa karyawan punya waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengerjakan proses kerja dengan efektif. Selain itu, Anda harus menjadikan proses sebagai sebuah kebiasaan. Orang-orang tidak akan mengadops proses karena Anda memerintahkan mereka untuk ini. Namun, ketika proses itu jadi bagian dari budaya dan berbagai metode akuntabilitas dilibatkan, ada banyak alasan untuk melakukannya dengan cara yang benar.

Doronglah juga karyawan-karyawan Anda untuk menungkapkan kekhawatiran mereka mengenai proses atau ide yang ada. Dalam hal ini, adalah tugas dan tanggung jawab Anda untuk menciptakan lingkungan dimana karyawan merasa nyaman dalam membagikan pemikiran dan keluh kesah mereka.

Beri komentar Anda tentang artikel ini