Jauhi Prinsip “Asal Bos Senang” saat Bekerja, Ini Alasannya!

Anda pasti sering mendengar istilah “asal bos senang” di lingkungan kerja. Ya, prinsip seperti itu banyak dipegang oleh para karyawan dalam bekerja. Meski terkesan baik karena bisa menyenangkan atasan, “asal bos senang” juga tidak baik loh. Begini alasannya!

“Asal Bos Senang” Membuat Anda Kurang Bersungguh-sungguh Menyelesaikan Pekerjaan

Prinsip ini biasanya muncul karena banyak faktor. Salah satunya, rasa takut karena mendapat tekanan dari atasan. Kalau fokus Anda demi menyenangkan hati atasan, bisa dipastikan Anda kurang sungguh-sungguh dalam mengerjakannya.

Bisa jadi di belakang hasil pekerjaan yang indah dan bagus di mata atasan, ternyata ada sesuatu yang Anda sembunyikan agar dia tidak marah. Nah, bukankah hal ini tidak baik? Jadi, pertimbangkan sekali lagi fokus bekerja selain hanya untuk membuat atasan senang ya.

Prinsip Salah Ini Hanya Menjadikan Anda Bekerja Bagai Robot

Ada juga tipe atasan yang suka memaksakan ide dan kehendak. Hasilnya, anak buah harus menuruti semua cara atasan dalam bekerja agar tehindar dari masalah. Lagi-lagi, prinsip “asal bos senang” dalam kasus ini juga tidak baik.

Bayangkan, sampai kapan Anda rela bekerja bagai robot yang disetir atasan? Mungkin atasan Anda merasa semua baik-baik saja, padahal hati Anda penuh berontak. Bukankah akan lebih baik jika ada diskusi terbuka mengenai tugas yang akan dikerjakan?

Baca Juga: 5 Ciri Atasan Asyik yang Bikin Betah Kerja di Kantor

Hati-Hati, “Asal Bos Senang” Berpotensi Membuat Anda Sekadar Cari Muka

Kalau sudah terlalu lama larut dalam prinsip kerja seperti ini, Anda tanpa sadar bisa terjebak dalam sikap suka cari muka di hadapan atasan. Demi selalu menyenangkan atasan, Anda melakukan hal apa pun agar tidak pernah terlihat cacat sedikit pun di matanya.

Pastikan Anda tidak sampai menjadi seperti ini ya! Jangan sampai karier Anda bisa melesat hanya karena dikenal pandai cari muka pada atasan.

Karier Anda Tidak Akan Berkembang

Prinsip “asal bos senang” tidak akan membuat karier Anda berkembang. Anda kehilangan proses pembelajaran yang penting dalam bekerja hanya demi menyenangkan atasan semata. Bisa dikatakan, karier Anda stuck.

Ingat, hubungan baik degan atasan bukan satu-satunya penjamin karier Anda menjadi baik. Anda butuh kemampuan lain untuk menunjang kinerja Anda. Tentu saja hal itu bukan sekadar prinsip menyenangkan atasan ya.

Nah, jelas kan kalau prinsip “atas bos senang” itu sangat tidak baik. Jadi, cobalah untuk menghindari hal ini selama di kantor ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here