Jenis-Jenis Creative Block yang Sering Menghantui Pekerja Kreatif

Setiap pekerja kreatif pasti pernah mengalami dan menemui creative block. Tiba-tiba saja tidak punya ide atau gagasan baru dalam berkreasi atau membuat konten. Kondisi ini biasanya membuat para pekerja kreatif menjadi kehilangan motivasi dalam bekerja.

Beberapa jenis creative block sebenarnya bisa diatasi agar tidak terlalu banyak menganggu pekerjaan. Kalau kamu seorang pekerja kreatif, pasti sudah tidak asing dengan beberapa hal ini.

Mental Block

Jenis creative block yang pertama biasanya bersumber pada diri sendiri. Sebenarnya pekerja kreatif bukan benar-benar kehilangan hasrat bekerja, hanya saja kerap ragu dengan ide sendiri. Inilah yang kemudian menjadi penyebab utama seorang content creator tidak mampu membuat karya baru.

Keraguan akan ide sendiri bentuknya bisa bermacam-macam. Misalnya, tidak yakin karyanya bisa diterima orang, tidak yakin idenya mampu diselesaikan, dan lain-lain. Untuk menanganinya, seorang pekerja kreatif butuh memupuk percaya diri kembali agar tidak terlalu lama terjebak dalam hal ini.

Kebiasaan Kerja Berantakan

Ada kalanya creative block muncul dari kebiasaan kerja. Memang banyak pekerja kreatif yang suka mengabaikan aturan atau sistem dalam bekerja karena dianggap membatasi. Padahal, memiliki rancangan kerja adalah kunci memupuk konsistensi dalam berkarya.

Oleh sebab itu, penting sekali bagi seorang pekerja kreatif untuk melawan egonya sendiri dalam bekerja. Pekerjaan ini butuh komitmen cukup tinggi, mulai dari waktu kerja yang tepat, fokus pada proyek, hingga mematuhi deadline. Kebiasaan kerja yang berantakan hanya menimbulkan kerugian dalam berkarya.

Baca Juga: Beragam Masalah Pekerja Kreatif yang Bikin Generasi Muda Jadi Apatis

Emosional oleh Masalah Pribadi

Selain mental block, faktor emosi menjadi salah satu penyumbang terbesar creative block. Emosi ini bisa bermacam-macam, seperti rasa kesal, marah, sedih, atau pun mood kurang bagus. Jika seorang pekerja kreatif terlalu mudah terbawa emosi, bisa dipastikan hal tersebut berdampak pada pekerjaannya.

Tidak jarang kalau kemudian masalah emosi dijadikan alasan sebuah pekerjaan tidak bisa selesai tepat waktu. Hampir semua pekerja kreatif pasti mengalami hal ini. Satu-satunya cara mengatasinya adalah dengan belajar melepaskan diri dari moody dalam berkreasi.

Fisik yang Lelah

Terakhir, faktor fisik juga sangat berpengaruh pada kreativitas seseorang. Percuma memiliki ide dan semangat bagus jika tubuh sudah kelelahan. Rasa lelah berlebihan biasanya muncul karena tidak cukup efektif dalam bekerja sehingga mengabaikan kesehatan fisik.

Berkaca dari masalah ini, ada baiknya para pekerja kreatif tetap memerhatikan pengelolaan waktu dalam bekerja. Jangan sampai keasyikan lembur atau begadang hingga tengah malam demi menyelesaikan konten.

Jadi, jenis creative block mana yang sering kamu rasakan sebagai pekerja kreatif? Ada kalanya halangan ini harus dihadapi dan dicari jalan keluarnya agar kamu tetap bisa berkarya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here