Job Rotation: Kenapa Sih Rotasi Karyawan Penting untuk Retensi?

Salah satu tugas HRD adalah meretensi karyawan, yaitu mempertahankan dan mengembangkan kemampuan karyawan. Meretensi karyawan bisa dilakukan dengan melakukan job rotation atau yang lebih sering dikenal dengan rotasi karyawan.

Namun, merotasi karyawan bukan merupakan upaya yang mudah dilakukan. Karena karyawan akan mudah menjadi tidak nyaman akibat mereka harus menempati posisi atau menjalankan peran yang baru.

Di sisi lain, melakukan rotasi karyawan tetap harus dipertimbangkan jika HRD ingin meningkatkan kepuasan dan kebahagiaan karyawan. Kedua hal tersebut dibutuhkan jika ingin meningkatkan tingkat retensi.

Mengapa Rotasi Karyawan Perlu Dilakukan?

Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan lewat job rotation. Di antaranya, yaitu,

Memperkenalkan Karyawan pada Posisi/Peran yang Berbeda

Dengan melakukan rotasi, karyawan bisa mengenal proses dan cara kerja yang sebelumnya belum pernah diketahuinya. Pengetahuan dan sudut pandang yang baru ini akan bermanfaat jika karyawan kembali ke posisi/peran asalnya. Semakin banyak pengetahuan dan sudut pandang yang dimiliki, maka hal itu akan semakin baik bagi peningkatan kualitas kerja karyawan tersebut.

Mengenali Kemampuan Potensial Karyawan

Manajer atau HRD yang melakukan rotasi akan bisa mengenali kemampuan karyawan yang belum tergali sebelumnya. Dengan begini, perusahaan bisa memanfaatkan kemampuan tersebut untuk mencapai tujuan atau mencapai target-target baru.

Menghilangkan Kebosanan

Perubahan proses dan cara kerja menyebabkan karyawan tidak mudah menjadi bosan. Sehingga karyawan lebih mudah mengelola stres. Dengan begitu kepuasan dan kebahagiaan kerja meningkat.

Mengantisipasi Karyawan yang Resign

Jika karyawan bisa mengisi semua posisi di perusahaan, hal ini memudahkan manajer/HRD untuk mencari pengganti jika salah satu karyawan memutuskan untuk resign.

Baca Juga: Nggak Usah Pindah Kerja, Yuk, Ikutan Internal Talent Mobility

Lakukan Ini Saat Melakukan Job Rotation

Meskipun mendatangkan banyak manfaat, job rotation atau rotasi karyawan juga bisa merugikan perusahaan. Atau, pelaksanaannya tidak seefektif seperti yang direncanakan. Untuk itu, kalau kamu ingin merotasi karyawan, beberapa hal ini juga harus diperhatikan.

Menyediakan Pelatihan

Memindahkan karyawan dari satu posisi ke posisi lain yang berbeda tidaklah cukup. Kamu juga harus menyediakan program pelatihan agar setidaknya karyawan bisa segera beradaptasi dengan posisi barunya.

Menentukan Standar Peningkatan Kemampuan

Salah satu tujuan dari roatasi karyawan yaitu meningkatkan kemampuan karyawan. Ada baiknya kamu juga menyiapkan metriks untuk mengukur seberapa baik atau seberapa besar peningkatan kemampuan yang didapatkan. Sehingga kamu mengetahui apakah program rotasi karyawan mencapai tujuannya.

Bersiap untuk Penolakan

Tidak semua karyawan bersedia bekerja di posisi yang berbeda. Bahkan, sebagian besar karyawan umumnya menolak program rotasi karyawan. Karenanya, kamu harus bersiap menghadapi penolakan semacam ini.

Dengan memperhatikan beberapa hal di atas, kamu bisa melakukan program job rotation dengan lebih baik. Sehingga usahamu meretensi karyawan bisa berhasil. Jika situasi perusahaan tidak memungkinkan, kamu bisa mempertimbangkan untuk menjalankan program tersebut dengan skala yang lebih kecil. Semisal, merotasi karyawan dalam satu tim atau divisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here