Jojonomic Permudah Payroll Karyawan Lewat Ekosistem Cashless

JojoCardCash, ekosistem cashless Jojonomic, yang mempercepat pengajuan cash advance dan pengajuan payroll karyawan (Sumber: Dok Jojonomic)

Love mother earth. Misi mencintai bumi mendorong Jojonomic untuk menciptakan fitur solusi bisnis dan finansial yang paperless. Startup ini membantu perusahaan untuk tidak perlu lagi membuang banyak kertas terkait kebutuhan pembayaran payroll (gaji) karyawan atau reimbursement (klaim penggantian biaya). Sementara, karyawan tidak lagi direpotkan dengan proses berliku untuk mendapatkan persetujuan reimbursement dari atasan.

Solusi bisnis paperless ini ditawarkan Jojonomic melalui platform JojoExpense, yakni fitur untuk manajemen finansial. Fitur ini merupakan solusi business-to-business (B2B) berupa Mobile Expense Management System untuk perusahaan yang pertama kali diluncurkan di Asia Tenggara. Setiap transaksi menggunakan JojoExpense akan terekam dengan teknologi cloud.

Lalu, bagaimana proses kerja JojoExpense?

JojoCashCard terintegrasi dengan JojoExpense untuk proses transaksinya. (Sumber: Dok Jojonomic)

Misal, karyawan menggunakan budget perusahaan untuk kebutuhan kerjanya, ia cukup mengambil foto bukti transaksi dengan JojoExpense yang langsung terintegrasi dengan akun JojoExpense sang atasan untuk dilanjutkan dengan proses persetujuan. Setelah mendapatkan persetujuan, dana reimbursement akan dicairkan oleh bank yang telah terintegrasi dengan Jojonomic.

Proses yang cepat, mudah, dan bisa diakses melalui smartphone atau desktop komputer ini menjadi andalan fitur Jojonomic yang semakin digemari banyak perusahaan. Tak ayal, startup fintech ini gencar melahirkan fitur-fitur solusi B2B baru. Teranyar, JojoCashCard diluncurkan Jojonomic bekerjasama dengan BNI sebagai banking partner.

JojoCashCard merupakan ekosistem cashless yang terintegrasi dengan aplikasi JojoExpense. Fungsinya untuk kebutuhan manajemen finansial, mempercepat pengajuan cash advance dan penerimaan payroll bagi karyawan. JojoCashCard berbentuk seperti kartu yang bisa digunakan sebagai kartu debet, menarik uang di ATM (Anjungan Tunai Mandiri) Bersama, Prima atau Link, dan menerima disburse yang langsung masuk ke kartu.

“Semua transaksi yang dilakukan dengan JojoCashCard akan muncul di JojoExpense untuk merekam jejaknya. Prosesnya mudah sekali. Misalnya, Anda harus membeli sesuatu untuk kantor, ajukan saja lewat aplikasi lalu bos bisa langsung approve lewat aplikasi juga, company akan top up dana ke kartu, lalu Anda tinggal bertansaksi secara debit,” jelas Diska Anandhita, Head Legal & Human Capital Jojonomic, kepada Job-Like Magazine.

“Tidak perlu lagi ajukan permintaan dengan menulis di kertas, menunggu lama sebelum disetujui. Jojonomic mempermudah proses, 70% lebih cepat, terutama approval di kantor biasanya berlapis-lapis. Value kantor kita love mother earth, itu kita aplikasikan ke sistem. Misalnya, cuti biasanya masih harus tandatangan di kertas, kita pakai JojoTimes,” sambungnya.

Baca Juga: Selain Unicorn, 3 Hewan Ini Juga Digunakan dalam Level Valuasi Startup

JojoTimes merupakan fitur lain Jojonomic yang mengatur waktu dan produktivitas kerja karyawan. Melalui aplikasi JojoTimes, proses presensi karyawan dipermudah dengan teknologi face recognition yang bisa dilakukan di manapun dan kapanpun. JojoTimes juga mengatur pengajuan cuti, jadwal shift karyawan, hari libur, dan permintaan untuk kerja lembur. Diska menjelaskan fitur ini menjadi salah satu unggulan mengingat kaum pekerja milenial lebih menyukai proses yang praktis, termasuk perihal proses presensi.

Jojonomic Kembali Menerima Suntikan Dana di Awal 2019

Selain ketiga fitur di atas, Jojonomic juga memiliki aplikasi JojoProcure untuk manajemen pengadaan barang. Berdiri pada 2015 sebagai aplikasi pencatatan pemasukan dan pengeluaran, namun startup fintech ini baru memberikan layanan B2B pada 2016 dengan modal pendanaan Serie A sebesar US$1,5 juta. Dana ini dikucurkan oleh Maloekoe Ventures.

Sistem aplikasi Jojonomic telah terintergasi dengan platform solusi akuntansi dan bisnis seperti SAP, Oracle, Microsoft, Xero, dan OpenBravo. Selain BNI, empat bank besar lainnya di Indonesia juga digandeng untuk mempermudah solusi manajemen finansial yang mereka tawarkan.

Dan, di awal 2019, Jojonomic yang didirikan oleh Indrasto Budisantoso ini mendapatkan suntikan dana baru dari Finch Capital, East Ventures, dan Golden Gate Ventures. Namun, Jojonomic tidak menyebutkan besaran dana yang mereka terima.

Baca Juga: Tawarkan Layanan Investasi Online, Ajaib Kembali Dapat Suntikan Dana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here