Hindari 4 Karakter Pekerja Ini agar Anda Tidak Masuk “Blacklist”

Karakter setiap pekerja pasti berbeda-beda sehingga kecenderungan mereka dalam bekerja pun berbeda. Pola pikir, ambisi, tujuan karier, lingkungan, hingga prinsip sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap karakter karyawan selama bekerja di kantor.

Ada beberapa karakter pekerja yang sebaiknya jangan Anda tiru. Alasannya, karakter karyawan negatif ini dianggap sebagai karyawan yang tidak memiliki peluang untuk merasakan puncak kesuksesan dalam karier.

Jadi, hindarilah empat karakter pekerja negatif seperti pada ulasan ini.

Yuk Intip Karakter Pekerja Kantor yang Buruk di Mata Perusahaan!

Whirling Dervish

Seringkali orang salah menafsirkan tentang definisi sibuk dalam dunia kerja. Karyawan yang sering mondar-mandir mengikuti berbagai macam rapat dan terlalu sering kerja lembur, bukan berarti akan dilabeli sebagai karyawan sibuk. Perlu Anda ketahui, kesibukan seseorang tak hanya dinilai dari seberapa sering melakukan lembur atau menghadiri rapat.

Tipe karyawan whirling dervish merujuk kepada mereka yang terlihat sibuk di kantor namun tidak menghasilkan banyak hal. Whirling dervish dianggap tidak bisa diharapkan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan maksimal.

One Trick Pony

Karakter pekerja satu ini selalu menggunakan trik atau cara yang sama dalam menyelesaikan pekerjaannya karena merasa keahliannya yang paling unggul. Cara ini memang tidak terlihat begitu buruk, namun one trick pony justru mempersempit peluang untuk mengembangkan karier. Bisa dibilang pekerja dengan karakter ini bersifat monoton dan kurang kreatif sehingga kesempatan mendapatkan promosi akan sulit.

Baca Juga: Bagaimana Cara Jitu Meningkatkan Peluang Naik Jabatan?

Captain Fantastic

Captain fantastic adalah karakter pekerja yang sangat ambisius, dan tak jarang memiliki hubungan buruk dengan rekan kerjanya. Captain fantastic akan kesulitan mendapatkan review dari rekan di sekitarnya karena hubungan mereka yang buruk dan cara kerja yang terlalu mementingkan tujuan pribadi atau egois. Meksipun terdengar seperti pekerja keras, captain fantastic dianggap tidak terlalu baik di mata perusahaan.

Solo Flier

Kebanyakan para solo flier sebenarnya orang-orang hebat dalam bidangnya, namun terlalu asik bekerja sendiri dan sering disebut sebagai one man show. Solo flier seringkali mengerjakan tugasnya seorang diri, sulit diajak bekerja sama, atau sekedar membantu rekannya. Karenanya, perusahaan akan sulit mempertimbangkan kenaikan jabatan untuk solo flier.

Beri komentar Anda tentang artikel ini