Kebiasaan Investasi Saham yang Salah, Jangan Pernah Ditiru Ya!

Praktik investasi saham yang salah rasanya kian marak belakangan ini. Orang-orang berbondong-bondong berinvestasi hanya karena iming-iming keuntungan tinggi. Padahal, saham juga merupakan instrumen investasi dengan risiko paling tinggi.

Alhasil, bukannya untung, tidak sedikit juga orang yang justru buntung dalam berinvestasi saham. Berikut adalah beberapa kebiasaan investasi saham yang salah dan justru sering sekali dilakukan orang-orang.

Berinvestasi dengan Dana Pinjaman

Investasi saham salah yang kerap ditemui adalah menggunakan uang pinjaman. Dana untuk investasi saham seharusnya berasal dari dana pribadi, bukan pinjaman. Apalagi jika uang pinjaman tersebut asalnya milik beberapa orang.

Kemudahan pinjaman online seakan-akan menjadikan “jalan ninja” bagi para investor pemula yang masih minim ilmu. Padahal, menggunakan uang pinjaman untuk investasi tentu berbahaya. Apa jadinya jika investasi tersebut gagal dan justru masih harus membayar pinjaman beserta bunganya?

Belum Memiliki Finansial yang Baik

Di sisi lain, ada juga orang yang sudah mampu berinvestasi saham dengan uang pribadi. Sayangnya, tidak semua orang melek akan kesehatan finansial sebelum terjun ke pasar modal. Finansial pribadi masih berantakan, sementara investasi di saham tidak lekas beri keuntungan.

Kebiasaan investasi saham yang salah ini juga sering kali ditemui. Sebelum berinvestasi, idealnya seseorang sudah memiliki dana darurat cukup beserta proteksi kesehatan memadai. Jangan sampai pos dana darurat justru dipakai untuk berinvestasi saham seluruhnya.

Baca Juga: Tips Mengawali Investasi di Reksa Dana, Harus Pahami Hal Ini Dulu!

Mengandalkan Emosi dalam Investasi

Saham bergerak naik dan turun dengan cepat. Ada kalanya saham bisa begitu menguntungkan dalam rentang waktu singkat. Namun, ada juga momen ketika saham harus jatuh hingga anjlok.

Investasi saham yang salah biasanya berawal dari mengandalkan emosi semata dalam membeli saham. Investor yang baik tentu paham apa tujuan berinvestasi, bukan hanya mengikuti emosi sesaat. Saham sendiri lebih cocok digunakan untuk tujuan keuangan di atas lima tahun daripada untuk jangka pendek.

Hanya Mengejar Keuntungan Tanpa Memahami Risiko

Terakhir, banyak orang terjebak dalam investasi saham yang tidak benar karena hanya fokus pada keuntungan besar. Tidak bisa dipungkiri bahwa saham memang menawarkan keuntungan paling tinggi jika dibandingkan instrumen investasi lain. Namun, pahami juga ada risiko tinggi di dalam saham.

Tanpa memahami risiko saham dengan tepat, mustahil bisa sukses berinvestasi di pasar modal. Investor hendaknya siap mental juga dalam mengantisipasi kenaikan dan penurunan saham tiap harinya. Jangan sampai jadi frustrasi sendiri karena gejolak pergerakan saham.

Apakah kebiasaan investasi saham yang salah di atas pernah kamu miliki? Semoga kita sama-sama belajar lebih bijak dalam menaruh uang di instrumen investasi mana pun ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here