Duh, Kebiasaan Kandidat Karyawan yang Ini Jangan Dilakukan

Selain karena kurangnya kemampuan dan pengalaman, ada beberapa hal lain yang bisa membuat kandidat karyawan tidak diterima bekerja. Salah satunya yaitu kebiasaan buruk yang dilakukan oleh kandidat karyawan.

HRD sudah merasa kemampuanmu cukup untuk diterima bekerja. Selain itu dan pengalaman yang kamu miliki dianggap bisa membantu perusahaan mencapai tujuannya. Tapi, tiba-tiba kamu melakukan sesuatu yang membuat HRD kesal dan geregetan. Ujung-ujungnya, kamu gagal diterima bekerja.

Nah, sayang kan kalau kamu gagal diterima gara-gara kebiasaan buruk yang seharusnya tidak dilakukan? Apa saja sih kebiasaan buruk yang sering dilakukan kandidat karyawan sehingga membuatnya gagal diterima bekerja? Berikut ini di antaranya:

Surat Lamaran: Memberi Nama yang Aneh untuk Dokumen Lampiran

HRD bisa gregetan kalau kamu memberi nama dokumen yang aneh sebagai lampiran. Semisal, ‘CV Terbaru_Robby_Mahendra_2020’, ÇV_Sudah_Revisi’, atau CV_Paling_Bener_2020’. Jika perusahaan yang dilamar tidak mengharuskan kandidat menuliskan nama dokumen tertentu, kamu bisa menuliskan nama dokumen secara sederhana. Semisal, ‘Curriculum Vitae’, atau ’CV_Robby_Mahendra’.

Kebiasaan buruk kandidat karyawan yang juga harus dihindari, yaitu tidak menuliskan kalimat pembuka pada tubuh email. Kalimat pembuka menunjukkan kamu menghargai HRD dan punya motivasi tinggi untuk bekerja lho.

Baca Juga: Segera Kirim CV Kamu, Perusahaan Layak Dilamar Kalau Punya Ini

Kebiasaan Kandidat Karyawan Perihal Posisi Kerja dan Job-Desc

Hal lain yang juga tidak selayaknya dilakukan adalah tidak membaca iklan lowongan kerja dengan benar. Lebih dari itu, kandidat juga tidak melakukan riset. Baik mengenai posisi yang dilamar, maupun mengenai perusahaan. Hal ini membuat kandidat tidak mengerti apa-apa tentang job desc posisi yang dilamar. Kandidat juga tidak mengetahui budaya dan suasana kerja perusahaan dimana dirinya akan bekerja.

Tentu saja jika kandidat tidak mengetahui informasi tentang posisi yang dilamar, HRD akan memberikan penilaian negatif. Baik pada saat melakukan screening CV, maupun pada saat wawancara kerja.

Belum Apa-Apa Minta Fasilitas dan Gaji Tinggi

Kandidat karyawan boleh-boleh saja melakukan negosiasi gaji. Tapi HRD akan gregetan kalau kalau kandidat minta gaji yang terlalu tinggi tanpa melihat kondisi perusahaan. Apalagi kalau kandidat juga meminta fasilitas diluar kewajaran.

Untuk itu, sebelum meminta gaji dalam jumlah tertentu, ada baiknya kandidat melakukan riset. Dengan begitu kandidat mengetahui seberapa besar gaji pasaran untuk posisi yang dilamar. Selain itu, riset juga dibutuhkan untuk mengetahui seberapa besar skala perusahaan. Sehingga kandidat bisa melakukan penyesuaian.

Tidak Memberi Kabar

Selain beberapa kebiasaan buruk di atas, kandidat juga seringkali tidak memberikan kabar setelah dihubungi HRD. Alasan dihubungi HRD bisa beragam. Salah satunya, diminta memberikan jadwal wawancara kerja, diminta untuk mengirimkan dokumen, atau diminta untuk keperluan lainnya.

Jika dihubungi HRD untuk perihal tertentu tapi belum bisa memberikan keputusan pada saat itu, cobalah untuk menghubungi HRD kembali. Ada baiknya kamu memberikan kabar secepatnya. Baik itu melalui sambungan telepon maupun email. Hal ini menunjukkan kamu menghargai HRD dan punya keinginan kuat untuk bekerja.

Nah, jika kamu seorang kandidat karyawan, cobalah untuk menghindari beberapa kebiasaan buruk tersebut. Sehingga kesempatan untuk bekerja tetap terbuka lebar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here