Emotional Eating: Kebiasaan Makan Berlebihan ketika Stres

emotional eating
Sumber : Jabar News

Gaya hidup modern memang rentan menyebabkan stres. Karena pekerjaan menumpuk dan ritme aktivitas yang serba cepat sering kali sulit diimbangi. Mungkin Anda adalah salah satu orang yang mengalami stres tetapi tidak menyadarinya. Mayoritas orang yang stres kerap memilih makanan sebagai pelampiasan. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah emotional eating.

Sebuah penelitian kesehatan menyatakan bahwa 30% wanita dan 24% pria mengalami emotional eating.

Jika ingin tahu lebih banyak tentang fakta tersebut, yuk simak dulu ulasan berikut ini!

Tubuh dan Pikiran Butuh Pelampiasan

Sumber : Prikitin

Saat seseorang sedang mengalami stres, tubuh dan pikirannya membutuhkan pelampiasan untuk mengatasi kondisi tersebut. Reaksi pertahanan diri dari serangan stres tersebut dikenal dengan istilah defense mechanism. Biasanya, orang mulai menginginkan makanan dan minuman berkalori tinggi seperti minuman ringan bersoda, kentang goreng, camilan dalam kemasan, dan lainnya.

Celakanya, makanan tinggi kalori tersebut ternyata tidak memiliki kandungan gizi seimbang. Sehingga konsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang akan meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan penyakit kronis lainnya.

Baca Juga: Café Hopping: Kebiasaan Berburu Café Keren ala Generasi Milenial

Emotional Eating Dipengaruhi Pengalaman Masa Kecil

Sumber : Positive Psychology Program

Mungkin Anda tak menyangka bahwa emotional eating sering dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil. Misalnya, sajian camilan yang disiapkan untuk menemani aktivitas belajar. Atau, anak kecil yang merajuk kemudian diberi cokelat agar lebih tenang. Secara tak langsung, hal tersebut menanamkan pola pikir bahwa makanan dan minuman berkalori tinggi sangat efektif mengatasi stres. Akibatnya, kebiasaan makan berlebihan ketika stres pun akan terbawa hingga dewasa.

Makan Banyak Sering Menimbulkan Penyesalan

Sumber : Pinterest

Orang-orang yang terbiasa melampiaskan stres dengan cara makan sebenarnya juga mengalami penyesalan. Setelah makan banyak, barulah orang tersebut menyadari bahwa makan berlebihan tidak baik bagi tubuh. Gejala stres pun tidak berkurang usai melakukan emotional eating. Malah banyak orang yang menjadi lebih stres karena menyesali makanan yang sudah disantapnya. Efek jangka panjang dari makan berlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatan di masa mendatang.

Apakah Anda termasuk orang yang acap kali melakukan emotional eating?

Mulai sekarang, sebaiknya Anda meminimalkan kebiasaan tersebut. Carilah kebiasaan lain yang lebih baik dan efektif untuk mengatasi stres. Anda bisa melakukan meditasi, olahraga, atau jalan-jalan. Hasilnya pasti lebih efektif mengatasi stres dan membuat Anda menjadi lebih bugar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here