Hentikan! Ini Kebiasaan Mendidik Anak yang Keliru

Sebagai orangtua, sudah sewajibnya mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi orang yang berguna bagi bangsa, keluarga, dan orang-orang di sekitarnya. Untuk mencapainya, maka faktor didikan orangtua yang paling menentukan. Menurut seorang psikolog anak di Inggris, sebenarnya ada beberapa kebiasaan mendidik anak oleh para orang tua yang sangat keliru.

Hal yang dipercaya mampu mendidik anak tersebut sebenarnya justru bisa sangat mengancam masa depannya. Lantas kebiasaan mendidik anak yang seperti apa yang sebenarnya sangatlah keliru? Seperti dikutip dari berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya yang bisa kamu simak.

Membandingkan Anak Sendiri dengan Anak Orang Lain

Sebagai orangtua, mungkin kita sering melihat karier anak orang lain yang harus diakui lebih baik dari anak kita sendiri. Lantas, kita kerap menyuruh anak kita agar bisa berprestasi layaknya anak tersebut. Justru hal ini sangatlah keliru.

Membanding-bandingkan anak sendiri dengan anak orang lain bisa memberikan dampak psikologis yang buruk pada anak kita. Mengapa? Karena anak akan berpikir bahwa orangtuanya tidak sayang dengannya. Sehingga anak tersebut bisa tumbuh menjadi pribadi yang membangkan dan tidak akan peduli dengan nasib orangtuanya.

Baca Juga: Cara Terbaik Menghadapi Anak yang Malu dengan Pekerjaan Orang Tua

Memarahi Anak di Depan Umum

Jika saat ini kamu merupakan orangtua yang memiliki kebiasaan memarahi anak di depan umum, maka ubahlah kebiasaan itu. Kamu bisa mengawalinya dengan meminta maaf kepada sang anak, dan memberikan hadiah yang bisa membuat hati sang anak bahagia.

Mengapa kamu harus menghentikan kebiasaan tersebut sekarang juga? Karena akan berdampak pada psikologis anak. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang pendendam serta bisa mengulangi hal tersebut kepada anaknya nanti, yaitu cucu kamu sendiri.

Lagi pula, sanksi sosial yang akan dirasakan anak kamu juga bisa membuat dirinya merasakan tekanan batin yang amat sangat berat.

Sering Memaki Anak dengan Kata-kata Kasar

Biar bagaimanapun, memaki anak dengan kalimat yang kasar tidak bisa dibenarkan. Anak-anak pada umumnya memang tidak sepenuhnya mengerti tentang apa yang ia perbuat. Karenanya sebagai orangtua, sudah tugas kita agar bisa memberikan pemahaman dengan cara yang tepat.

Menurut hasil penelitian para psikolog, memaki anak dengan kalimat yang sanat kasar bisa membekas seumur hidup di dalam ingatannya. Bahkan dampak psikologisnya jauh lebih buruk dari memukul anak sekalipun.

Selalu Menuntut Anak Meraih Nilai yang Bagus di Sekolah

Sebagai orangtua, pahamilah bahwa tidak semua anak-anak akan pandai di bidang akademis. Mungkin bakat sang anak harus kita gali dan cari tahu terlebih dahulu. Pintar secara akademis bukanlah jaminan untuk sukses di masa depan.

Mungkin saja sebenarnya anak kita unggul di bidang-bidang lain seperti olahraga, catur, seni, dan lain sebagainya. Jadi, pastikanlah untuk tidak memberikan tekanan kepada sang anak untuk bisa dan harus mendapatkan nilai yang baik di sekolahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here