Atasan Melakukan Kekerasan Emosional, Kamukah Korbannya?

Tindak kekerasan bisa terjadi di mana saja, bukan hanya di dalam rumah tangga. Persoalan tentang atasan melakukan kekerasan emosional sebenarnya bukan hal baru. Hanya saja banyak bawahan yang enggan bertindak tegas karena terpengaruh oleh relasi kuasa.

Lima tanda ini menunjukkan bahwa atasan melakukan kekerasan emosional. Pernahkah kamu mengalami salah satu atau beberapa di antaranya?

Atasan Sering Menyudutkan Kamu

Konflik dengan atasan memang membuat sebagian besar orang tak betah di tempat kerja. Terutama jika atasan melakukan kekerasan emosional dengan cara menyudutkanmu.

Kemungkinan besar kamu akan merasa serba salah dan tak nyaman dengan hal tersebut. Karena perlakuan atasan tentu mempengaruhi penilaian rekan-rekan kerja terhadap kamu.

Baca Juga: Ada Lho Kebiasaan Atasan Perempuan yang Patut Anda Teladani, Ini Dia

Banyak Gosip yang Beredar tentang Kamu

Gosip bukan hanya bisa berhembus dari rekan-rekan kerja. Bisa saja atasan melakukan kekerasan emosional dengan cara menyebarkan gosip. Celakanya, para atasan sering kali tidak menyadari hal ini dan menganggap berita yang beredar adalah hal wajar.

Padahal, omongan sekecil apa pun dari atasan bisa menyebar di seluruh lingkungan kerja.

Hasil Pekerjaanmu Sering Dianggap Remeh

Kecenderungan atasan melakukan kekerasan emosional juga terjadi dengan cara meremehkan hasil kerjamu. Padahal, belum tentu hasil kerja kamu benar-benar buruk jika dinilai secara objektif.

Atasan yang sudah tidak suka dengan salah satu bawahannya kerap kali melakukan hal yang satu ini. Hingga akhirnya diremehkan terus-menerus membuat kamu jengah dan kemungkinan besar memutuskan untuk resign.

Terlalu Membanggakan Hasil Kerja Seseorang

Tak banyak yang menyadari kalau atasan melakukan kekerasan emosional terhadap para bawahannya bila sering membanggakan hasil kerja seseorang. Selain menunjukkan ketidakadilan, hal ini juga mengintimidasi para bawahan.

Sebab bawahan lain yang tidak dibanggakan akan merasa bahwa dirinya tidak pantas mendapatkan apresiasi atau peluang naik jabatan.

Tak Pernah Berusaha Membuat Situasi Jadi Kondusif

Memastikan bahwa situasi lingkungan kerja selalu kondusif adalah kewajiban seorang atasan. Sayangnya, banyak atasan melakukan kekerasan emosional dengan cara membiarkan konflik memburuk di tempat kerja. Situasi yang tidak menyenangkan akhirnya membuat para karyawan jadi tertekan dan tidak menunjukkan produktivitas kerja yang maksimal.

Jangan mau jadi korban kekerasan emosional di lingkungan kerja. Alangkah lebih baik bila kamu menyuarakan kebenaran secara vokal demi menjaga kenyamanan lingkungan kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here