Home Dunia Kerja Career Hacks Bagaimana Caranya untuk Keluar dari Pekerjaan yang Anda Benci?

Bagaimana Caranya untuk Keluar dari Pekerjaan yang Anda Benci?

Ada banyak jenis pekerjaan yang merupakan impian kebanyakan orang seperti dokter, pilot dan pramugari, penulis buku, Youtuber, dan sebagainya. Namun, di balik itu lebih banyak lagi orang yang ternyata diam-diam membenci pekerjaannya.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Happiness Works (Robert Half U.K) mengambil contoh kasus dari 2000 orang di Inggris. Hasilnya menyatakan bahwa setiap 1 dari 6 pekerja yang sudah berumur di atas 30 tahun membenci pekerjaannya. Survei ini juga menyimpulkan bahwa semakin tua seseorang, maka kemungkinan untuk membenci pekerjaannya akan semakin tinggi.

Perlu diingat untuk para fresh graduate atau pemula dalam karier pun rentan mengalami ketidaksukaan pada pekerjaannya. Hal ini bisa disebabkan oleh hal-hal kecil seperti, atasan atau rekan kerja yang menyebalkan, beban pekerjaan yang terlalu berat, jarak yang jauh dari rumah ke kantor, dan hal sejenis lainnya.

Baca Juga: Tetap Peka, Inilah 4 Tanda Sederhana Bahwa Waktunya Resign Telah Tiba!

Apakah Harus Keluar dari Pekerjaan yang Anda Benci?

Sudah pasti, jika Anda benci dengan pekerjaan yang sekarang, maka ada baiknya untuk memikirkan resign. Keluar dari pekerjaan yang Anda benci mungkin saja akan membuka jalan karier yang lebih baik bagi Anda. Namun, jika benar akan melakukannya, maka Anda harus melakukannya dengan profesional dan sopan. Dikarenakan, menjaga hubungan baik dengan semua koneksi kerja yang Anda miliki adalah penting sifatnya, siapa tahu Anda butuh rekomendasi mantan atasan atau rekan kerja untuk karier Anda di masa depan. Ikuti tips-tips ini!

Kenali Dulu Penyebabnya

Sumber : themuse

Sebelum memutuskan untuk keluar dari pekerjaan yang Anda benci, ambil waktu untuk memikirkan apa sebenarnya yang Anda benci dari pekerjaan tersebut. Apakah Anda bisa mengatasinya tanpa harus resign? Seperti kalau jarak rumah dan kantor memang jauh, maka Anda bisa mencoba untuk menyewa kos di daerah sekitar kantor. Atau memang karena Anda sudah tidak bisa menikmati apa yang Anda kerjakan sekarang?

Yang pasti Anda harus memikirkan apakah resign karena alasan-alasan tersebut cukup sepadan dengan pekerjaan yang akan Anda tinggalkan. Jika ya, maka mantapkan hati untuk resign.

Persiapkan Rencana Baru

Sumber : businessnewsdaily

Sebelum Anda benar-benar keluar, pasti Anda memiliki waktu setidaknya 1 bulan atau beberapa minggu untuk menyelesaikan pekerjaan Anda di perusahaan tersebut. Gunakan waktu ini juga untuk mempersiapkan diri Anda dengan mencari pekerjaan baru.

Poles kembali resume dan profil diri Anda di media sosial seperti LinkedIn agar Anda bisa kembali bersaing di bursa dunia kerja. Hanya saja ingat untuk tidak melakukannya saat Anda sedang bekerja di kantor.

Selain itu, Anda juga harus menyiapkan rencana finansial karena Anda bisa saja menganggur untuk beberapa waktu setelah resign. Buatlah daftar pengeluaran yang terperinci selama setiap bulannya untuk membatasi pengeluaran-pengeluaran yang tidak terlalu penting.

Utarakan Keputusan Anda

sumber: careeraddict

Setelah Anda mantap memutuskan untuk resign, maka Anda harus mengutarakannya pada atasan dan rekan kerja, terutama yang selama ini bekerja langsung dengan Anda. Ini beberapa tips yang bisa Anda gunakan:

Katakan Minimal 2 Minggu Sebelum Resign

Berikan kabar resign Anda minimal 2 minggu sebelum hari H kepada atasan dan pihak lain yang terkait, seperti HRD. Setidaknya perusahaan juga memiliki waktu untuk mencari pengganti Anda.

Katakan secara Langsung ke Atasan

Atasan Anda adalah orang pertama yang harus Anda beritahukan. Meskipun pasti ada rasa tidak enak dan enggan, atasan Anda memiliki hak untuk tahu secara langsung dari Anda. Ini adalah hal profesional yang wajib Anda lakukan.

Jangan Beberkan Semua

Pasti setelah Anda memberi kabar mengenai keputusan resign, atasan akan bertanya apa sebenarnya yang menyebabkan Anda memutuskan keluar. Berikan saja alasan-alasan yang tidak terkesan terlalu ofensif dan detail mengenai apa yang sebenarnya Anda rasakan di perusahaan. Meninggalkan kesan yang positif tentu akan membuat kepergian Anda setidaknya dihormati oleh sebagian besar karyawan.

Ucapkan Selamat Tinggal

Seberapapun bencinya Anda dengan pekerjaan dan perusahaan tersebut, jangan lupa untuk mengucapkan selamat tinggal kepada seluruh rekan kerja yang selama ini bekerja dengan Anda. Anda bisa mengucapkannya secara langsung ataupun lewat email/pesan di grup chat perusahaan. Pastikan juga tidak menyinggung segala hal negatif yang selama ini Anda alami di perusahaan, karena siapa tahu suatu saat Anda akan bertemu lagi dengan rekan-rekan kerja Anda di tempat yang baru.

NO COMMENTS