Tanpa Sadar, Gaji Milenial Sering Habis Dipakai untuk Hal-Hal Ini!

Generasi milenial dikenal sebagai genarasi paling konsumtif. Hal ini terbukti dari gaya hidup generasi milenial yang selalu terkesan up to date. Nah, ternyata hal tersebut berdampak pada gaji milenial. Tanpa disadari, gaji milenial paling sering lari ke hal-hal berikut ini.

Gaji Milenial Siap-Siap Selalu Terpakai untuk Update Gadget

Perkembangan teknologi yang sangat cepat seolah menuntut para milenial untuk ikut berlari kencang. Tidak sampai setahun, kadang gadget baru sudah bermunculan. Kebutuhan untuk selalu up to date membuat milenial merasa harus memiliki gadget terbaru tersebut.

Andai generasi milenial mencoba berpikir terbuka pada manfaat gadget yang dibeli, mungkin mereka tidak melulu gonta-ganti gadget tiap tahun. Keinginan akan gadget terbaru kadang membuat gaji para milenial pun tanpa sadar terkuras.

Buat Para Perempuan, Kebutuhan Akan Skincare Itu Sangat Hakiki

Begitu pula dengan kebutuhan skincare yang dianggap sangat penting bagi perempuan milenial. Penampilan tentu menjadi salah satu kunci penting untuk menunjang karier perempuan. Jadi, wajar rasanya kalau pengeluaran untuk skincare adalah yang wajib dilakukan.

Ya, salah satu aliran dana dari gaji milenial mengalir ke skincare ini. Untuk perawatan wajah yang baik, tentu butuh biaya skincare yang tidak murah. Itu sebabnya banyak perempuan milenial rela menabung untuk memenuhi kebutuhan mereka akan skincare.

Baca Juga: 5 Motivasi Diri untuk Menghemat Uang, Sudah Anda Terapkan?

Barang Branded Menjadi Godaan Terberat untuk Membelanjakan Gaji Milenial

Memiliki barang branded menjadi kepuasan tersendiri bagi milenial. Barang branded tidak melulu berhubungan tas atau baju mahal milik perempuan. Tengok saja beberapa kaum laki-laki milenial pun mulai suka berbelanja barang branded, mulai dari sepatu, kemeja, hingga jam tangan. Sama saja kan?

Kebanyakan milenial memang mudah tergiur barang branded karena kualitasnya. Namun, ada juga yang sekadar untuk menjaga eksistensi di lingkungan sosial pertemanannya. Semoga saja apa pun alasannya, milenial dapat belajar lebih bijak mengelola gaji mereka ya.

Kalap Makan di Tempat Cantik? Pasti Sudah Biasa Kan?

Coba hitung, berapa biaya yang harus milenial keluarkan untuk sekadar minum kopi di sebuah kafe? Lalu, seberapa sering dia melakukan aktivitas tersebut dalam seminggu? Kalau dikalkulasikan, biaya yang dibutuhkan untuk makan dan minum di tempat cantik cukup besar loh.

Alhasil, gaji milenial pun dipakai untuk memenuhi kebutuhan sosial tersebut. Padahal, untuk sekadar makan dan minum pun ada alternatif yang bisa jauh lebih hemat dan efisien. Hanya saja, gaya hidup milenial memang kebanyakan sudah seperti itu, jadi rasanya agak sulit untuk diubah.

Menurut kamu, gaji milenial kira-kira paling banyak mengalir untuk kebutuhan yang mana? Kalau kamu sebagai seorang milenial, belajarlah untuk mengelola keuangan sedari sekarang agar finansial masa tua kamu tetap baik!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here