Agar Lolos Seleksi, Kenali Jenis-Jenis Psikotes Berikut Ini

Salah satu tahapan yang harus dilalui oleh kandidat dalam proses seleksi karyawan adalah psikotes atau tes psikologi. Tujuan dari setiap tes bisa berbeda-beda, bergantung pada jenis-jenis psikotes yang dilakukan.

Menyelenggarakan atau melakukan psikotes bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan. Selain itu, beberapa posisi pekerjaan memang membutuhkan karyawan dengan hasil psikotes yang baik. Semisal, pilot, customer service atau HRD.

Mengapa sih perusahaan melakukan psikotes? Alasannya karena hasil psikotes bisa digunakan untuk menilai kinerja kandidat. Selain itu, untuk memetakan kandidat yang ada untuk posisi pekerjaan yang tersedia.

Nah, sebelum menjalani seleksi karyawan, ada baiknya kamu mengenal jenis-jenis psikotes dan kegunaannya. Sehingga kamu bisa melakukan persiapan yang diperlukan.

Jenis-Jenis Psikotes untuk Mengukur Kemampuan Intelegensi

Kemampuan intelegensi dimaksudkan sebagai kemampuan untuk mengenali situasi dan kondisi lingkungan serta mengenali dan memecahkan masalah. Untuk mengukur kemampuan intelegensi kandidat karyawan, ada beberapa jenis tes yang bisa dilakukan. Yaitu,

Logika Aritmatika

Test ini menyajikan deretan angka yang memiliki pola. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan kandidat dalam menganalisa dan memahami pola tertentu.

Analog Verbal Test

Tes ini menyajikan anonim atau sinonim dari suatu kata. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan kandidat dalam menghadapi kondisi tertentu.

Army Alpha Intelegence

Tes ini menyajikan kombinasi deret angka dan deret bentuk. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan kandidat dalam menangkap, menerima dan menjalankan perintah/instruksi.

Logika Penalaran

Tujuannya untuk mengetahui kemampuan kandidat dalam menganalisa permasalahan dan kecepatan dalam mengambil keputusan.

Baca Juga: Hati-Hati! Halo Effect Bikin Ketelitian Seleksi Karyawan Jadi Berkurang

Mengukur Kinerja Kandidat Karyawan

Sebelum menerima karyawan, perusahaan tentunya ingin mengetahui seperti apa kinerja yang dimiliki kandidatnya. Dalam hal ini kinerja meliputi ketelitian, konsistensi dalam bekerja, ketahanan emosi dan kecepatan dalam bekerja.

Salah satu jenis tes yang bisa dilakukan untuk mengetahui kemampuan kinerja kandidat adalah tes Kraepelin dan Pauli. Tes ini menyajikan deretan angka-angka yang disusun secara vertikal. Selanjutnya, kandidat diminta untuk melakukan perhitungan dengan angka-angka tersebut.

Mengukur Kepribadian

Yang diukur dalam tes kepribadian adalah karakteristik pribadi yang dimiliki kandidat. Hal ini untuk menilai bagaimana kandidat bersikap ke diri sendiri, pada orang lain, serta bagaimana ia memahami dirinya sendiri. Tes yang umumnya dilakukan, yaitu,

Wartegg Test

Tes ini menyajikan delapan kotak berisikan pola/bentuk tertentu. Kandidat selanjutnya diminta untuk menggambar dengan menggunakan pola tersebut dengan menggunakan imajinasinya sendiri.

Draw A Man

Tes ini bertujuan untuk mengetahui rasa percaya diri, stabilitas dan tanggung jawab kandidat dalam bekerja. Kandidat diminta untuk menggambar manusia dan mendeskripsikannya secara detail.

Edward Personal Preference Schedule (EPPS)

Tes ini menyajikan berbagai pernyataan yang mengekspresikan beragam situasi dan kondisi. Kandidat diminta untuk memilih situasi/kondisi yang disukai atau yang sesuai dengan preferensinya. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kepribadian dan karakter kandidat saat sedang bekerja. Karenanya, tidak ada jawaban yang benar atau salah dalam EPPS.

Selain beberapa jenis tes di atas, perusahaan juga bisa melakukan Fit and Proper Test. Tes ini dibuat untuk mengetahui apakah kepribadian dan karakter kandidat sesuai dengan posisi yang dilamar atau sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Nah, dengan mengetahui tujuan dari psikotes yang dilakukan dan jenis-jenisnya, kamu bisa mempersiapkan diri sebelumnya. Agar, kamu bisa menyelesaikan tes-tes tersebut dengan baik dan bisa diterima bekerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here