Kereta Api Korea Selatan Kembali Melintas ke Utara untuk Pertama Kalinya

Kereta api Korea Selatan melintas ke Utara untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir
Kereta api Korea Selatan melintas ke Utara untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir. (Yonhap)

Sebuah kereta api Korea Selatan menyeberang ke Korea Utara untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir pada Jumat (30/11/2018). Kedua negara tengah memulai studi bersama untuk merenovasi sistem rel kereta api di Korea Utara dan menghubungkannya ke selatan.

Selama 18 hari ke depan, puluhan pejabat dan insinyur dari kedua pihak akan tinggal dan bekerja di ular besi yang terdiri dari enam gerbong tersebut. Mereka akan bepergian lebih dari 1.600 mil untuk mempelajari jaringan kereta api di Korea Utara.

Kereta api itu meluncur ke utara melintasi perbatasan bersenjata kedua negara pada Jumat pagi.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap menyebut, kereta api itu berangkat dari Stasiun Dorasan, tepat di sebelah selatan perbatasan antar-Korea, sekitar pukul 09.05 pagi menuju Stasiun Panmun, dekat perbatasan kota Kaesong, Korea Utara.

“Studi bersama menandakan bahwa kerja sama antar-Korea mencapai tingkat yang baru,” kata juru bicara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Kim Eui-kyeom, seperti dilansir The New York Times, Sabtu (1/12/2018).

Studi ini merupakan salah satu proyek kolaboratif yang digagas Moon Jae-in agar hubungan dengan Utara yang lebih erat. Langkah tersebut juga dipercaya akan menunjukkan manfaat ekonomi dari cita-cita denuklirisasi.

Ketika Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, bertemu pertama kalinya pada April 2018, Korea Selatan setuju untuk membantu membangun kembali jalur kereta api dan jalan raya di Utara.

Namun, perbaikan kedua infrastruktur itu tergantung pada kemajuan dalam komitmen denuklirisasi.

Korea Selatan dan Utara, terakhir melakukan penelitian serupa pada 2007. Ketika itu, mereka melakukan studi lapangan terbatas pada jalur kereta api di barat Korea Utara. Mereka menghubungkan rel kereta api jarak pendek melintasi perbatasan kedua negara Korea, pada saat itu.

Sebuah kereta kargo Korea Selatan beroperasi lima kali seminggu di salah satu rute lintas batas hingga 2008. Sebab, hubungan keduanya mulai tidak menentu terkait proyek senjata nuklir Korea Utara. Rencana untuk menghubungkan sistem kereta api di kedua negara tersebut pun ditangguhkan.

Jalur kereta api keduanya telah terputus sejak Perang Korea 1950-1953.

Moon Jae-in berharap, penghubungan kembali jalur kereta api menjadi langkah menuju integrasi ekonomi yang berujung pada reunifikasi.

Korea Selatan telah lama bermimpi membangun rel kereta api trans-Korea yang dapat menghubungkannya ke China dan negara sekitarnya. Sebab, jalur ini merupakan jalur tercepat dalam mengekspor komoditasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here