Seberapa Agile & Inovatif Kerja di Generali dengan Konsep ABCD?

Agus Ismail, Human Capital Deputy Head Generali Indonesia, membagikan prinsip kerja ABCD kepada mahasiswa program studi master Psikologi Terapan Universitas Indonesia. (FOTO: Mega.Fransisca/Job-Like Magazine)

Nilai gotong royong diterapkan di dalam sebuah perusahaan, mungkinkah? Mengapa tidak? Agus Ismail, Human Capital Deputy Head Generali Indonesia, menjelaskan konsep gotong royong ABCD yang berhasil diterapkan dalam proses operasional kerja di Generali kepada para mahasiswa Program Studi Magister Psikologi Terapan Universitas Indonesia. 

Agus secara khusus diundang sebagai dosen tamu untuk memberikan kuliah di kelas Diagnosis dan Intervensi Organisasi. Dalam kesempatan ini, Agus menekankan pentingnya prinsip gotong royong ABCD untuk bersaing di persaingan industri teknologi yang sangat cepat. Generali sebagai perusahaan asuransi pun harus terus berinovasi untuk memenuhi permintaan pasar.

Lalu, seperti apa kerja di Generali dengan gotong royong ABCD? 

Konsep ABCD (Action Beyond Current Duties) adalah kondisi yang mendorong karyawan untuk tidak hanya fokus pada pekerjaan utamanya, melainkan turut berkontribusi pada proyek-proyek rekannya.

Melalui kontribusi yang diberikan oleh semua karyawan maka proses pengerjaan proyek akan lebih cepat. Tak hanya unggul dalam kecepatan pengerjaannya, namun inovasi yang tercipta pun semakin kreatif karena dibangun dari olahan ide-ide karyawan yang beragam.

Terlebih, konsep ABCD ini memungkinkan karyawan untuk terjun dalam proyek di luar departemennya. Sehingga peluang yang diberikan ini pun menjadi celah bagi karyawan untuk terus menumbuhkan soft skill dan hard skill-nya.

Kuliah umum mengenai konsep ABCD di Generali untuk kelas Diagnosis dan Intervensi Organisasi Fakultas Psikolgi Universitas Indonesia. (FOTO: Mega.Fransisca/Job-Like Magazine)

“Kami sadar perlu adanya gotong royong dalam perusahaan. Semua karyawan yang kerja di Generali bekerja sama untuk membangun perusahaan. ABCD diterapkan untuk melahirkan inovasi-inovasi agar kami tetap menjadi yang terdepan,” bilang Agus.

“Bagi kami terus melakukan inovasi sangat penting. Itu salah satu karakter yang ditanamkan kepada karyawan. Karakter lainnya adalah simplification, artinya secara rutin melakukan evaluasi agar proses-proses internal jadi lebih sederhana. Karyawan juga harus memiliki rasa human touch dan ownership atas perusahaan,” tuturnya.

Konsep gotong royong ABCD diterapkan Generali sejak setahun terakhir. Penerapan budaya baru memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan waktu dan keuletan untuk beradaptasi.

ABCD program juga merupakan program pengembangan buat karyawan dengan konsep 70-20-10. Pengembangan karyawan 70 persen dititikberatkan pada pelaksanan project, 20 persen coaching/mentoring, dan 10 persen knowledge yang bisa diperoleh melalui in class training atau metode lainnya.

Konsep ABCD yang diterapkan Generali ini dinilai salah satu mahasiswa yang hadir dalam kuliah umum ini, Rany, sebagai sebuah terobosan yang menarik. Sebagai seorang Human Resource (HR) di sebuah kantor pemerintahan, Rany banyak belajar dari penjabaran Agus.

“Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kuliah umum ini. Mulai dari pengelolaan SDM-nya yang berbeda dari apa yang saya lakukan. Dengan background saya di pemerintahan, pengelolaan SDM saya lebih standar. Tapi, Generali ternyata cukup inovatif dengan ABCD yang dilakukan,” tutur Rany.

Tak hanya menerapkan konsep ABCD, pendekatan Generali untuk mendorong karyawannya agar tetap inovatif dengan menyediakan fasilitas kerja yang agile. Salah satunya, melalui ruangan kerja terbuka dan fleksibel.

Apply Now!

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here