Kerja Sama Prodia-Abbott dalam Pengadaan Total Laboratory Automation

Kerja Sama Prodia - Abbott dalam Pengadaan Total Laboratory Automation
Pengukuhan Kerja Sama Prodia dengan Abbott dalam Pengadaan Total Laboratory Automation

Hari ini semakin banyak masyarakat di usia dewasa yang sadar pentingnya memeriksakan kesehatan secara rutin. Dengan memeriksakan kesehatan secara rutin, kita akan lebih mengetahui status kesehatan sejak dini.

Salah satu pemeriksaan rutin yang umumnya dilakukan, yaitu medical check up. Tes diagnostik telah memainkan peran penting dalam berbagai aspek kesehatan dan menjadi rujukan dari keputusan klinis yang penting untuk dilakukan.

Berdasarkan penelitian dari American Association for Clinical Chemistry (AACC), penyakit dengan risiko tinggi membutuhkan pemeriksaan dari laboratorium dengan fasilitas keselamatan dan keamanan tingkat tinggi.

Oleh karena itu, kini semakin banyak institusi yang semakin fokus untuk mempersiapkan laboratorium dengan standar tinggi demi akurasi pemeriksaan.

Salah satunya seperti yang dilakukan PT Prodia Widyahusada Tbk. Sebagai perusahaan medis yang menyediakan jasa pemeriksaan laboratorium, Januari tahun ini Prodia bekerja sama dengan Abbott dalam pengadaan Total Laboratory Automation (TLA).

Total Laboratory Automation merupakan sistem yang disiapkan oleh Abbott untuk memudahkan proses analitik dengan waktu singkat dan tingkat akurasi tinggi.

“TLA ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi institusi seperti Prodia, untuk memberikan hasil tes yang akurat dan tepat waktu untuk diagnosis yang lebih baik. Kerja sama ini disepakati akan berlangsung selama tujuh tahun ke depan, yaitu hingga tahun 2025,” jelas I Putu Edi Mahadi, General Manager Diagnostics Division, Abbott Indonesia, dalam media gathering yang diselenggarakan di Prodia Tower, Jakarta Pusat hari ini.

Perkembangan Informasi Teknologi Menjadi Kunci Inovasi Bidang Medis

Sistem Total Laboratory Automation di Klinik Laboratium Prodia Pusat (Foto: Kiky.Waode/Job-Like Magazine)

Sebelumnya Prodia sudah menggunakan sistem otomatisasi dalam proses uji laboratorium. Namun, untuk mengantisipasi kebutuhan medis yang semakin tinggi, Prodia akhirnya sepakat untuk menjalin kerja sama ini.

Selain dapat menyelesaikan proses praanalitik, analitik, dan postanalitik lebih cepat, sistem TLA juga dapat mengurangi potensi human error dan menciptakan efisiensi SDM.

“Dengan peningkatan hasil yang telah diukur dalam lima bulan terakhir ini kami mampu memenuhi permintaan yang terus meningkat baik dari pasien maupun profesional medis,” kata Presiden Direktur Laboratorium Klinik Prodia, Dewi Muliaty.

“Semoga kerja sama ini dapat berjalan dengan baik dan kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga: Kenalan dengan Tiga Profesi Unik dalam Bidang Medis

Menurut Prodia National Reference Lab Head, Dr. Wiwik Rositawati, dalam setahun Prodia telah berhasil melakukan 15 juta kegiatan uji laboratorium. Dengan adanya sistem otomatisasi terbaru ini, Prodia optimis akan mampu melayani lebih banyak pasien dengan tuntutan yang tinggi.

“Sebelumnya kami sudah melakukan uji coba TLA selama satu tahun hingga akhirnya bisa go live. Kami harus selalu berinovasi, bertransformasi, serta memberikan hasil yang terbaik dan tercepat bagi pelanggan,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here