Hati-Hati! Aktivitas Multitasking Keuangan Bisa Merugikan Dirimu Sendiri

Multitasking adalah hal yang dianggap biasa oleh masyarakat modern karena tuntutan rutinitas yang padat. Kini, multitasking tak hanya identik dengan pekerjaan tetapi juga terjadi ketika mengelola keuangan. Multitasking keuangan dianggap lebih hemat waktu dan praktis.

Kenyataannya, multitasking keuangan justru dapat menyebabkan kerugian bagi diri sendiri. Mari cari tahu seluk-beluknya sebelum memutuskan untuk melakukannya atau tidak.

Apa yang Dimaksud dengan Multitasking Keuangan

Multitasking keuangan adalah tindakan mengelola dua atau lebih urusan keuangan secara bersamaaan. Ada beberapa contoh perilaku multitasking tersebut, antara lain:

  • Mengurus keuangan rumah tangga sekaligus keuangan bisnis.
  • Menangani dua atau lebih urusan keuangan yang berbeda saat bekerja, misalnya dua atau tiga proyek sekaligus.
  • Menyusun rencana anggaran proyek sekaligus bergerak mencari pendanaan.

Baca Juga: Eskapisme Generasi Milenial: Cara Keliru Membahagiakan Diri Sendiri

Hal-Hal yang Melatarbelakangi Multitasking Keuangan

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi tindakan seseorang dalam melakukan multitasking keuangan, yaitu,

  • Pasangan kurang dapat diandalkan dalam mengelola keuangan sehingga seseorang harus turun tangan mengurus keuangan di rumah tangga dan pekerjaan.
  • Posisi sebagai tulang punggung keluarga atau generasi sandwich yang menuntut seseorang lebih aktif dan cermat mengelola keuangan.
  • Keterbatasan jumlah tenaga kerja yang mengatur urusan keuangan di kantor.
  • Kecenderungan perfeksionis membuat orang sulit melimpahkan urusan keuangan kepada orang lain.
  • Atasan atau lingkungan kerja menuntut kamu untuk mampu melakukan multitasking.

Mewaspadai Dampak Buruk yang Rentan Muncul

Multitasking keuangan rentan memunculkan berbagai dampak buruk, misalnya:

  • Hilang fokus dan konsentrasi selama mengatur keuangan. Sehingga risiko salah hitung pun tak dapat dihindari. Kejadian ini bisa merugikan diri sendiri, keluarga, atau tempat kerja. Sebab kamu juga pasti memiliki keterbatasan dalam hal mengelola keuangan secara bersamaan.
  • Kebiasaan multitasking juga rentan menimbulkan stres dan depresi. Ketika realita tidak dapat berjalan sesuai rencana, kemungkinan besar kamu jadi stres dan depresi. Kecenderungan stres dan depresi tidak hanya mengganggu kesehatan diri sendiri tetapi juga bisa membuat pekerjaan jadi terbengkalai.
  • Pada dasarnya, otak manusia tidak dirancang untuk melakukan beberapa hal secara bersamaan. Itulah sebabnya, perilaku multitasking dapat menyebabkan gangguan otak sehingga kinerjanya jadi tidak maksimal. Selain menguras tenaga, hal ini juga membuat kamu jadi mudah bad mood dan frustrasi bila urusan mengatur keuangan tidak berjalan mulus.

Keputusan kini ada di tanganmu. Masihkah kamu akan melakukan multitasking keuangan atau mulai meminta bantuan orang lain untuk menangani sebagian tanggung jawabmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here