Eskapisme Generasi Milenial: Cara Keliru Membahagiakan Diri Sendiri

Di zaman modern ini, beberapa penelitian mengungkapkan kalau generasi milenial merupakan kalangan yang lebih rentan stres dan tertekan dibandingkan generasi pendahulunya. Kecenderungan inilah yang membuat eskapisme generasi milenial tak dapat dihindari.

Eskapisme adalah upaya menjauh dari kesulitan, terutama saat menghadapi masalah-masalah yang berat untuk diselesaikan. Eskapisme generasi milenial rupanya memicu beberapa perilaku kurang tepat berikut ini:

Traveling dengan Intensitas Terlalu Tinggi

Hobi traveling tentu sah-sah saja untuk ditekuni. Namun, hobi ini menjelma menjadi bentuk perilaku keliru kalau dilakukan sebagai eskapisme generasi milenial. Salah satu tandanya adalah traveling terlalu sering hingga tidak memiliki tabungan sama sekali.

Jika dibiarkan begitu saja, hobi traveling dalam intensitas berlebihan tentu akan mengganggu kondisi finansial seseorang.

Baca Juga: Apakah Anda Termasuk dalam Golongan Generasi O?

Gaya Hidup Glamor

Bergaya glamor tentu sah-sah saja jika kondisi finansial kamu memungkinkan. Sayangnya, gaya hidup glamor kini menjadi bentuk eskapisme generasi milenial meskipun kondisi finansial pribadi tidak memadai.

Menggunakan barang-barang mewah dan menjalani gaya hidup ala crazy rich dapat memberikan kesenangan sesaat. Namun, tumpukan utang akibat gaya hidup berlebihan pun tak dapat dihindari lagi.

Pamer Kemewahan di Media Sosial

Eskapisme generasi milenial dalam bentuk gaya hidup glamor biasanya berimbas pada karakter seseorang dalam menggunakan media sosial. Generasi milenial yang hidup glamor biasanya bangga memamerkan kemewahan hidupnya agar dipandang sebagai orang sukses dan bahagia. Meskipun pada kenyataannya kemewahan tersebut hanya semu dan tidak sesuai dengan realita yang dihadapi.

Menyendiri dalam Waktu Lama

Kebiasaan menyendiri sebenarnya merupakan hal wajar yang boleh dilakukan semua orang. Namun, eskapisme generasi milenial dengan cara menyendiri berlebihan dalam waktu lama tentu tidak bisa dibenarkan. Setiap orang dewasa tentu punya tanggung jawab terhadap keluarga, pekerjaan, atau bisnisnya.

Menyendiri dengan kadar yang tepat bisa menjadi momen introspeksi diri. Sedangkan menyendiri berlebihan justru bisa membuat tanggung jawab jadi terbengkalai dan meningkatkan risiko depresi.

Menekuni Hobi Lainnya Secara Berlebihan

Segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, termasuk menekuni hobi. Sayangnya, hobi sering dianggap sebagai eskapisme generasi milenial yang bersifat positif.

Sesuka apa pun kamu dengan suatu hobi, jangan sampai hobi membuat pekerjaan terbengkalai atau hubungan dengan keluarga jadi renggang. Jalani hobi secara positif dengan intensitas tepat demi menjaga diri sendiri dan orang-orang terdekatmu.

Kesimpulannya, eskapisme generasi milenial adalah perilaku wajar jika dilakukan secara positif. Semua orang tentu membutuhkan waktu untuk menenangkan diri supaya kembali siap menghadapi realita selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here